CIAMIS, Jabarupdate: Kabar gembira sekaligus melegakan akhirnya datang bagi para pencinta sepak bola di Kabupaten Ciamis. Pertanyaan besar mengenai masa depan PSGC Ciamis di kompetisi Liga 2 akhirnya terjawab lewat kolaborasi strategis bersama raksasa Liga 1, Persib Bandung.
PSGC Ciamis kini resmi menjadi tim satelit bagi Persib Bandung. Kepastian ini dikukuhkan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang digelar di Bumi Galuh Satria RSOP Ciamis, Rabu (1/6/2026).
CEO PSGC Ciamis yang juga merupakan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia sekaligus harunya. Ia menyebut momen ini sebagai tonggak sejarah baru bagi persepakbolaan di Tatar Galuh.
“Hari ini bagi PSGC merupakan hari yang bersejarah. Kemarin, beberapa waktu lalu, kami terus terang sempat putus asa setelah promosi dari Liga 3 ke Liga 2,” ungkap Herdiat dalam sambutannya saat press conference di Aula RSOP Cijeungjing.
Sempat Panik dan Putus Asa Hadapi Ketatnya Liga 2
Bahkan, Herdiat blak-blakan mengakui bahwa manajemen sempat dilanda kepanikan yang luar biasa setelah memastikan tiket promosi. Menurutnya, regulasi dan tata kelola Liga 2 saat ini sudah jauh lebih ketat, modern, dan profesional dibandingkan satu dekade lalu saat PSGC terakhir kali merasakannya.
Tantangan finansial, kesiapan infrastruktur, hingga manajemen sumber daya manusia menjadi beban berat yang sempat membuat langkah manajemen terasa buntu. Di tengah situasi krusial tersebut, Herdiat memberanikan diri untuk melobi sejumlah pihak demi menyelamatkan masa depan Laskar Galuh.
Titik terang pertama datang berkat dukungan finansial luar biasa dari seorang tokoh lokal, Dr. Iman, yang langsung menyuntikkan dana segar senilai Rp7,5 miliar ke rekening klub sebelum bertolak ke Rumania. Sisi kepanikan finansial pun mulai terurai.
Namun perjuangan belum selesai. Herdiat kemudian terus bergerak hingga akhirnya dipertemukan dengan Deputi CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Adhitia Putra Herawan, pada pertengahan Maret lalu untuk mematangkan konsep kerja sama strategis ini.
“Saya selalu jawab ke teman-teman media, mari kita semua berdoa agar Persib mau membimbing dan mengarahkan kita. Alhamdulillah, berkat rida Allah SWT, hari ini Persib bersedia berkolaborasi dengan PSGC Ciamis,” tutur Herdiat dengan wajah semringah.
Identitas Tetap Terjaga dan Fokus Pembinaan Usia Muda
Bagi Herdiat, kolaborasi ini menjadi jawaban atas mimpi yang sudah ia pendam sejak 20 tahun silam, yakni mendirikan sistem pembinaan sepak bola usia muda yang terstruktur di Ciamis.
Melalui kerja sama ini, kurikulum akademi Persib yang diperbarui akan diadopsi sepenuhnya untuk membangun Akademi Sepak Bola Persib Ciamis. Selain itu, ia memastikan bahwa kerja sama ini tidak akan menepikan jati diri klub lokal.
“Lebih membahagiakan lagi, home base kita akan tetap menggunakan Stadion Galuh Ciamis dan tidak merubah nama PSGC Ciamis. Jadi, kami merasa sangat tertolong karena apa yang dicita-citakan akhirnya terwujud,” tegasnya.
Sebagai tim satelit, PSGC nantinya akan dihuni oleh kombinasi pemain senior berpengalaman dan para penggawa muda potensial milik Persib. Bahkan, beredar bocoran akan ada tiga pemain berlabel nasional dari skuad Elite Pro Academy (EPA) Persib yang siap diboyong ke Ciamis untuk memperkuat tim.
Di akhir sambutannya, Bupati Herdiat meminta doa restu dan dukungan penuh dari seluruh lapisan masyarakat Ciamis agar sinergi ini berjalan mulus dan mampu mendongkrak prestasi daerah, baik di sektor olahraga maupun ekonomi.
“Memajukan daerah salah satunya dari sepak bola juga sangat memungkinkan. Mohon doa dan dukungannya,” pungkasnya.




