Selasa, September 15, 2026
Beranda blog Halaman 2

Terbujuk Cinta dari Mobile Legends, Mahasiswi Tasikmalaya Dibawa ke Lampung hingga Terjerat Pinjaman Online

Tasikmalaya, Jabarupdate : Kisah cinta yang bermula dari dunia maya berujung petaka bagi seorang mahasiswi asal Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Harapan mendapatkan pasangan hidup justru berubah menjadi pengalaman pahit setelah dirinya diduga menjadi korban tipu daya seorang pria yang dikenalnya melalui permainan daring.

Pelarian JCP (31), warga Kota Bandar Lampung yang diduga membawa kabur seorang mahasiswi Tasikmalaya, akhirnya terhenti.

Pria yang diketahui berstatus sebagai aparatur sipil negara (ASN) dengan status pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) tersebut berhasil diamankan oleh jajaran Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tasikmalaya setelah dilakukan pelacakan hingga ke Provinsi Lampung.

Kasus ini bermula ketika keluarga CMP (23), warga Desa Taraju, Kecamatan Taraju, Kabupaten Tasikmalaya, merasa kehilangan kontak dengan korban.

Sebelum pergi, CMP sempat berpamitan kepada keluarga dengan alasan hendak menyelesaikan urusan perkuliahan, termasuk tugas akhir atau skripsi.

Namun, waktu terus berjalan dan korban tidak kunjung kembali ke rumah. Komunikasi dengan keluarga pun semakin sulit dilakukan.

Kondisi tersebut membuat keluarga mulai merasa khawatir hingga akhirnya memilih melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian.

Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan fakta bahwa keberadaan CMP berkaitan dengan seseorang yang sebelumnya dikenal melalui dunia permainan online.

Kapolres Tasikmalaya AKBP Ade Papa Rihi menjelaskan, perkenalan antara korban dan terduga pelaku berawal dari aktivitas bermain Mobile Legends.

Interaksi yang awalnya hanya sebatas rekan bermain kemudian berkembang menjadi komunikasi pribadi melalui aplikasi pesan singkat.

Hubungan keduanya semakin dekat hingga akhirnya terjalin hubungan asmara secara virtual selama hampir satu tahun.

Dalam proses pendekatan tersebut, JCP diduga memberikan berbagai janji kepada korban untuk meyakinkan perasaannya.

Pelaku disebut mengaku masih belum memiliki pasangan dan menyampaikan niat untuk membawa hubungan tersebut ke jenjang pernikahan.

Janji tersebut membuat korban percaya dan bersedia bertemu langsung dengan pelaku.

“Korban kemudian diajak bertemu di wilayah Bandung. Setelah itu, korban dibujuk untuk ikut ke Lampung dengan alasan akan dikenalkan kepada keluarga pelaku,” kata AKBP Ade Papa Rihi saat memberikan keterangan, Senin (7/9/2026).

Namun kenyataan yang terjadi setelah korban tiba di Lampung jauh berbeda dari apa yang dijanjikan sebelumnya. CMP tidak pernah diperkenalkan kepada keluarga JCP.

Bukannya mendapatkan kepastian hubungan, korban justru diduga dibawa berpindah dari satu tempat penginapan ke tempat lainnya.

Selama berada di Lampung, korban juga mengalami kondisi yang semakin sulit.

Polisi menduga berbagai kebutuhan selama pelaku dan korban berpindah tempat didukung melalui pinjaman online yang dilakukan menggunakan data pribadi korban.

Identitas dan informasi pribadi CMP diduga dimanfaatkan tanpa sepengetahuan korban untuk mengajukan pinjaman.

Akibatnya, korban tidak hanya mengalami kerugian secara psikologis, tetapi juga berpotensi menghadapi persoalan finansial akibat tindakan tersebut.

Kasus ini mulai terbuka setelah korban mengetahui fakta bahwa pria yang selama ini memberikan janji pernikahan ternyata telah memiliki istri.

Kenyataan tersebut membuat korban menyadari bahwa dirinya diduga telah menjadi korban kebohongan.

Di sisi lain, keluarga CMP yang sejak awal mencurigai adanya kejanggalan terus melakukan upaya pencarian.

Setelah laporan diterima, polisi langsung melakukan penyelidikan untuk mengetahui keberadaan korban sekaligus mencari pihak yang bertanggung jawab.

Melalui serangkaian penyelidikan, petugas akhirnya berhasil menemukan lokasi JCP di kawasan Rajabasa, Kota Bandar Lampung.

Polisi kemudian melakukan penindakan dan membawa terduga pelaku ke Mapolres Tasikmalaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Sementara itu, CMP berhasil ditemukan dan dipulangkan dalam kondisi selamat. Keluarga korban pun menyampaikan rasa lega setelah mengetahui anaknya dapat kembali dengan aman.

Fajar, perwakilan keluarga korban, memberikan apresiasi kepada jajaran Satreskrim Polres Tasikmalaya yang dinilai cepat dalam menangani laporan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan menemukan korban menjadi hal yang sangat berarti bagi keluarga yang sebelumnya diliputi kecemasan.

“Kami berterima kasih kepada kepolisian yang sudah membantu menemukan CMP. Kami berharap proses hukum berjalan sesuai aturan dan memberikan keadilan bagi korban,” ujarnya.

Atas dugaan perbuatannya, JCP kini harus berhadapan dengan proses hukum. Polisi menjeratnya dengan dugaan tindak pidana membawa lari perempuan tanpa persetujuan sebagaimana ketentuan dalam Pasal 454 dan/atau Pasal 450 KUHP.

Jika terbukti bersalah, pelaku terancam hukuman pidana penjara maksimal hingga 12 tahun.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa hubungan yang terjalin melalui ruang digital tetap membutuhkan kewaspadaan.

Perkenalan melalui media sosial maupun permainan online dapat menjadi awal hubungan positif, namun juga dapat dimanfaatkan oleh pihak tidak bertanggung jawab untuk melakukan penipuan.

Masyarakat diimbau agar lebih berhati-hati dalam membangun hubungan dengan orang yang dikenal melalui dunia maya, terutama ketika mulai melibatkan pertemuan langsung, perjalanan jauh, hingga pemberian data pribadi.

Kepolisian masih melakukan pendalaman untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian, termasuk dugaan penggunaan data korban dalam aktivitas pinjaman online.

Proses hukum terhadap JCP pun terus berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.

PSGC Ciamis Launching Tim 2026/2027, dr. Iman : Saatnya Warga Bergandengan Tangan

Launching PSGC Ciamis 2026/2027
Keterangan Foto: Sambutan dr. Iman Solichin/Rizal Nurramdhani/Jabarupdate.id

Ciamis, Jabarupdate : PSGC Ciamis resmi memperkenalkan tim dan jersey untuk menghadapi musim kompetisi 2026/2027. Acara launching PSGC Ciamis tersebut berlangsung di RSOP Ciamis, Selasa (8/9/2026).

Launching tim menjadi momentum penting bagi PSGC Ciamis untuk menatap musim baru. Selain memperkenalkan skuad, kegiatan tersebut juga menjadi ajang untuk membangun dukungan masyarakat terhadap tim kebanggaan Kabupaten Ciamis.

Salah satu yang menyampaikan dukungannya adalah sponsor PSGC Ciamis, dr. Iman Solichin Ia mengaku menjadi bagian dari dunia sepak bola secara tidak terduga.

Menurut dr. Iman, keterlibatannya bersama PSGC Ciamis memberikan pengalaman baru. Ia bahkan mengaku terkesan setelah melihat langsung besarnya antusiasme terhadap sepak bola dan PSGC Ciamis.

“Saya adalah orang yang sangat beruntung. Secara tiba-tiba saya masuk ke dunia sepak bola. Ternyata apa yang saya lihat keren banget,” ujar dr. Iman dalam acara launching PSGC Ciamis.

Sepak Bola Jadi Olahraga Paling Populer

Iman menilai sepak bola memiliki daya tarik yang sangat besar. Olahraga tersebut mampu menyatukan berbagai kalangan masyarakat.

“Olahraga sepak bola adalah olahraga paling ngetop, paling populer,” katanya.

Ia juga mengaku sebelumnya tidak terlalu memahami dunia sepak bola. Bahkan, dirinya belum banyak mengetahui tentang PSGC Ciamis ketika pertama kali terlibat.

Namun, setelah melihat langsung bagaimana tim dan masyarakat bergerak, pandangannya berubah.

“Begitu sayang CEO PSGC terhadap PSGC. Saya awalnya hanya niat baik saja karena saya enggak ngerti bola, saya enggak ngerti PSGC. Baru kali ini saya lihat, wih, gila, keren-keren,” tuturnya.

Ajak Warga Dukung PSGC Ciamis

Lebih lanjut, ia menyebut keterlibatannya dalam PSGC Ciamis merupakan sesuatu yang patut disyukuri. Ia menilai tingginya antusiasme masyarakat menjadi bagian penting dalam perjalanan klub.

Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat Ciamis memberikan kontribusi sesuai kemampuan masing-masing.

“Kita masing-masing berkontribusi. Enggak usah ingin sama, tunjukkan untuk mendukung PSGC. Bila perlu, bangun Ciamis,” ujarnya.

Bahkan menurutnya, kemajuan PSGC Ciamis tidak hanya menjadi tanggung jawab manajemen, pemain, maupun sponsor. Dukungan masyarakat juga menjadi kekuatan penting bagi klub.

PSGC Ciamis Bisa Jadi Juara

dr. Iman menegaskan sudah saatnya seluruh masyarakat Ciamis bergandengan tangan untuk mendukung PSGC Ciamis.

“Satu hal, kita ini Ciamis sudah saatnya bergandengan tangan. PSGC Ciamis akan maju bila didukung oleh semua masyarakat,” tegasnya.

Ia optimistis PSGC Ciamis memiliki peluang untuk meraih prestasi terbaik pada musim 2026/2027. Menurutnya, target menjadi juara bukan sesuatu yang mustahil jika seluruh pihak memberikan dukungan.

“Mari kita sama-sama majukan PSGC. Bukan sesuatu yang mustahil untuk menjadi juara,” tegasnya.

Ia kemudian menutup sambutannya dengan seruan penuh semangat untuk tim kebanggaan masyarakat Ciamis.

“Hidup PSGC!”pungkasnya.

PSGC Ciamis Launching Tim 2026/2027, CEO PSGC : Orang Galuh Pantang Menyerah

Launching Jersey PSGC
CEO PSGC Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya/Rizal Nurramdhani/Jabarupate.id

Ciamis, Jabarupdate : PSGC Ciamis resmi memperkenalkan tim yang akan berlaga pada kompetisi musim 2026/2027. Launching tim berlangsung di RSOP Ciamis, Selasa (8/9/2026), dengan membawa semangat kebanggaan terhadap Galuh.

Pada musim ini, PSGC Ciamis mengusung tema “Ngaraksa Galuh Jeung Kawani Na”. Tema tersebut menjadi simbol semangat untuk menjaga warisan Galuh sekaligus membangun keberanian dan daya juang dalam menghadapi kompetisi.

CEO PSGC, Dr. H. Herdiat Sunarya mengatakan, nama Galuh memiliki makna penting bagi masyarakat Ciamis. Karena itu, semangat untuk merawat dan menjaga nilai-nilai Galuh harus terus ditanamkan, termasuk melalui sepak bola.

“Kalau kita berbicara Galuh, tentu semangat dan motivasi kita tergugah. Galuh adalah karuhun dan sesepuh kita. Karena itu, harus kita rawat dan pelihara,” ujar Herdiat dalam sambutannya.

Menurut Herdiat, semangat tersebut harus tercermin dalam perjuangan para pemain PSGC Ciamis selama menjalani kompetisi. Ia menegaskan, karakter pantang menyerah menjadi modal penting untuk menghadapi persaingan di Liga 2.

“Orang Galuh pantang mundur. Orang Galuh harus punya semangat juang yang tinggi dan pantang menyerah,” tegasnya.

Herdiat juga mengingatkan pentingnya menjaga budaya gotong royong. Menurutnya, kebersamaan tidak hanya dibutuhkan oleh tim PSGC, tetapi juga seluruh elemen masyarakat Ciamis.

“Gotong royong harus kita pelihara dan kita tingkatkan lagi, baik untuk PSGC maupun Ciamis,” katanya.

29 Pemain Siap Perkuat PSGC Ciamis

Dalam launching PSGC Ciamis 2026/2027, sebanyak 29 pemain diperkenalkan untuk memperkuat tim menghadapi kompetisi.

Herdiat berharap para pemain yang telah dipercaya manajemen mampu menunjukkan kemampuan terbaik. Selain mengejar hasil pertandingan, para pemain diharapkan dapat membawa nama Ciamis dan Galuh semakin dikenal di kancah sepak bola profesional.

“Kami memberikan kepercayaan kepada para pemain untuk dapat membawa dan mengharumkan nama Galuh di kancah sepak bola profesional Liga 2,” ujarnya.

Ia pun berharap PSGC Ciamis mampu meraih prestasi yang membanggakan pada musim 2026/2027.

Target tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi PSGC Ciamis. Terlebih, klub berjuluk Laskar Galuh itu membawa harapan masyarakat Ciamis untuk tampil kompetitif di Liga 2.

PSGC Perkenalkan Tiga Jersey

Selain memperkenalkan pemain dan jajaran pelatih, launching PSGC Ciamis juga menjadi momentum untuk memperkenalkan tiga jersey yang akan digunakan pada musim 2026/2027.

Jersey home mengusung warna ungu yang dipadukan dengan putih. Warna ungu disebut sebagai salah satu warna kebanggaan PSGC dan masyarakat Ciamis.

Sementara itu, jersey away menggunakan warna putih. Jersey tersebut disiapkan untuk digunakan ketika PSGC Ciamis menjalani pertandingan tandang.

Adapun jersey ketiga mengusung perpaduan warna biru dan hitam. Warna biru juga memiliki kedekatan dengan identitas sepak bola Jawa Barat.

Pada laga perdana, PSGC Ciamis dijadwalkan menghadapi pertandingan di Stadion Pakansari, Bogor.

PSGC Ciamis Punya Mimpi ke Liga 1

Herdiat juga menyampaikan apresiasi terhadap berbagai pihak yang selama ini mendukung perjalanan PSGC Ciamis.

Dukungan tersebut datang dari berbagai unsur, termasuk Persib Bandung yang disebut terus memberikan pembinaan dan dukungan terhadap PSGC dalam menghadapi kompetisi Liga 2.

Herdiat berharap dukungan tersebut dapat menjadi energi tambahan bagi PSGC Ciamis untuk meraih hasil terbaik.

“Target kita paling tidak harus mampu bertahan di peringkat atas Liga 2. Apalagi kalau kita sampai lolos ke Liga 1. Kita punya mimpi besar untuk bermain di Liga 1,” ungkapnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada para sponsor yang telah memberikan dukungan, di antaranya dr. Iman Solihin, Bank Jabar, serta perusahaan apparel Zestien.

Menurut Herdiat, dukungan sponsor memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan PSGC Ciamis. Terlebih, Zestien telah memberikan dukungan selama sekitar 10 musim.

Tak lupa, Herdiat mengapresiasi peran media yang selama ini ikut memperkenalkan PSGC kepada masyarakat.

“Terima kasih kepada media yang selalu memberikan informasi kepada masyarakat sehingga PSGC semakin dikenal,” pungkasnya.

Dengan semangat “Ngaraksa Galuh Jeung Kawani Na”, PSGC Ciamis kini bersiap menghadapi musim 2026/2027. Semangat pantang menyerah dan gotong royong diharapkan menjadi kekuatan Laskar Galuh dalam mengejar prestasi di Liga 2.

Beras Bantuan Pangan Bulog Tiba di Muktisari, 1.146 KPM Segera Menerima

Ciamis, Jabarupdate : Sebanyak 1.146 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Desa Muktisari, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, akan segera menerima bantuan pangan berupa beras dari pemerintah.

Bantuan beras tersebut tiba di Desa Muktisari pada Senin, 7 September 2026, sekitar pukul 08.00 WIB. Kedatangan drop beras dari Bulog itu menjadi bagian dari tahapan penyaluran bantuan pangan yang selanjutnya akan diberikan kepada masyarakat penerima.

Sekretaris Desa Muktisari, Irmayanti, mengatakan pihak desa menyambut baik kedatangan bantuan pangan tersebut. Menurutnya, beras bantuan yang telah tiba akan disalurkan kepada 1.146 KPM sesuai dengan data penerima yang telah ditetapkan.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bulog yang sudah mengantarkan bantuan beras ini sampai ke Desa Muktisari. Kami sangat terbantu dengan kedatangan drop beras ini,” ujar Irmayanti.

Ia menambahkan, pihak desa tidak mempermasalahkan waktu kedatangan beras yang dilakukan pada pagi hari. Justru, kedatangan lebih awal dinilai membantu desa dalam mempersiapkan proses penyaluran kepada masyarakat.

“Kami tidak keberatan datang pagi, malah bagus karena bisa segera diterima dan dipersiapkan untuk penyaluran. Yang penting bantuan bisa sampai dan nantinya diterima oleh masyarakat yang memang terdaftar sebagai penerima,” katanya.

Penyaluran Dijadwalkan Rabu

Irmayanti menjelaskan, setelah beras diterima dan dipersiapkan, penyaluran kepada masyarakat dijadwalkan berlangsung pada Rabu, 9 September 2026.

Pemerintah Desa Muktisari akan menyiapkan proses penyaluran agar berjalan tertib dan masyarakat penerima dapat memperoleh bantuan sesuai ketentuan.

“Insyaallah penyalurannya akan dilaksanakan hari Rabu, tanggal 9 September. Kami akan mempersiapkan semuanya supaya pelaksanaannya berjalan lancar dan tertib,” ujarnya.

Menurutnya, kedatangan bantuan pangan ini juga menjadi bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masyarakat. Karena itu, pemerintah desa berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi keluarga penerima, terutama dalam membantu memenuhi kebutuhan pangan sehari-hari.

“Kami berharap bantuan ini bisa bermanfaat bagi masyarakat dan benar-benar membantu kebutuhan pangan keluarga penerima,” tutur Irmayanti.

Irma mengungkapkan, beras yang datang dalam kondisi baik dan bagus tidak ada jaitan yang kebuka.

“Kondisi beras bagus baik dari pengepakan karung dan tidak tercium beras bantuan bau seperti yang ramai diperbincangkan kan,”ungkapnya.

Dengan telah tibanya beras bantuan dari Bulog, Desa Muktisari kini tinggal mempersiapkan tahapan akhir sebelum penyaluran. Sebanyak 1.146 KPM dijadwalkan menerima bantuan pada Rabu mendatang.

Nyangku Panjalu 2026, Bupati Herdiat Tekankan Pentingnya Menjaga Warisan Leluhur

Ciamis, Jabarupdate : Upacara Adat Nyangku dan Festival Budaya Panjalu Tahun 2026 kembali digelar di kawasan Situ Lengkong Panjalu, Kabupaten Ciamis, Senin (7/9/2026).

Tradisi tahunan masyarakat Panjalu tersebut menjadi momentum untuk memperkuat pelestarian budaya sekaligus menggali nilai-nilai sejarah dan keislaman yang diwariskan para leluhur.

Mengusung tema “Melalui Nyangku dan Festival Budaya Panjalu Kita Tingkatkan Pendalaman Nilai-Nilai Budaya dan Keislaman dalam Menelusuri Jejak Kebaikan Para Karuhun”, kegiatan ini diikuti unsur pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, masyarakat, serta pengunjung.

Bupati Ciamis, Dr. H. Herdiat Sunarya, mengatakan Nyangku memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar tradisi adat yang dilaksanakan setiap tahun.

Menurutnya, Nyangku menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk mengenang sejarah sekaligus mengambil pelajaran dari kehidupan para karuhun.

“Untuk menelusuri dan meneladani jejak kebaikan para karuhun, kemudian dijadikan pijakan dalam kehidupan masa kini dan masa yang akan datang,” ujar Herdiat.

Nyangku Panjalu Jadi Warisan Budaya

Herdiat menilai tradisi Nyangku memiliki peran penting dalam mempertahankan kearifan lokal masyarakat Panjalu.

Selain menjadi bagian dari identitas budaya, kegiatan tersebut juga menjadi ruang untuk mempererat silaturahmi dan memperkuat semangat kebersamaan masyarakat.

Menurutnya, Nyangku bukan hanya milik masyarakat Panjalu atau Kabupaten Ciamis. Tradisi tersebut telah menjadi bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Nyangku juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia pada 2017. Karena itu, keberlangsungannya menjadi tanggung jawab bersama agar tetap dikenal dan dipahami oleh generasi berikutnya.

“Tradisi ini bukan hanya milik masyarakat Panjalu dan Kabupaten Ciamis, tetapi telah menjadi bagian dari khasanah budaya bangsa yang wajib kita lestarikan dan wariskan kepada generasi yang akan datang,” tutur Herdiat.

Rangkaian Upacara Adat Nyangku

Pelaksanaan Upacara Adat Nyangku 2026 diawali dengan prosesi tawasul. Selanjutnya, rangkaian kegiatan berlanjut dengan persiapan di Bumi Alit sebelum rombongan menuju kawasan Situ Lengkong dan Nusa Gede.

Pusaka kemudian dibawa menuju panggung utama untuk mengikuti sejumlah rangkaian acara. Di antaranya pembukaan, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, sambutan, pedaran sejarah, hingga doa bersama.

Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi Gelar Pusaka atau Ngaberesihan Pusaka. Prosesi tersebut berlangsung dengan diiringi lantunan shalawat.

Setelah prosesi selesai, pusaka kembali dibawa menuju Bumi Alit melalui rangkaian Ngabrakeun.

Budaya dan Nilai Keislaman

Pelaksanaan Nyangku Panjalu 2026 tidak hanya menampilkan aspek budaya. Nilai-nilai keislaman juga menjadi bagian penting dalam rangkaian kegiatan.

Hal tersebut sejalan dengan semangat untuk menggali kembali nilai kebaikan yang diwariskan para karuhun agar tetap relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini.

Bagi masyarakat Panjalu, tradisi tersebut menjadi ruang untuk merawat hubungan dengan sejarah sekaligus memperkuat nilai kebersamaan.

Semangat gotong royong, penghormatan terhadap leluhur, kecintaan terhadap budaya, serta keteladanan menjadi nilai yang diharapkan terus hidup di tengah masyarakat.

Bupati Apresiasi Pelaksanaan Nyangku

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Herdiat menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Nyangku dan Festival Budaya Panjalu 2026.

Ia menilai kelancaran kegiatan menjadi gambaran kuatnya semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis, saya menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran panitia yang telah bahu-membahu melaksanakan kegiatan ini,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Ciamis, jajaran Pemerintah Kabupaten Ciamis, Yayasan Borosngora, tokoh adat, tokoh agama, ulama, tokoh masyarakat, perangkat daerah, serta masyarakat dan pengunjung.

Sambutan Yayasan Borosngora disampaikan oleh Prof. Dr. H. Djohan Rochanda Wiradinata, M.P., sedangkan pedaran sejarah disampaikan oleh Rd. Agus Gusnawan Cakradinata.

Bupati Herdiat berharap semangat pelestarian budaya tidak berhenti pada pelaksanaan seremoni tahunan. Nilai-nilai yang terkandung dalam Nyangku harus terus diwariskan dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Dengan demikian, Nyangku Panjalu tidak hanya menjadi bagian dari sejarah masa lalu. Tradisi tersebut diharapkan tetap menjadi warisan budaya yang hidup dan mampu memberikan inspirasi bagi generasi Ciamis di masa depan.

Polisi Amankan Satu Orang Terkait Kematian Penjual Jasuke 16 Tahun di Tasikmalaya

Tasikmalaya, Jabarupdate : Polisi mengamankan satu orang yang diduga berkaitan dengan kasus penganiayaan terhadap remaja penjual jasuke berinisial IMM (16) di kawasan Cilembang, Kota Tasikmalaya.

Remaja bernama Ikrom Maulana Malik tersebut sebelumnya mengalami luka serius setelah diduga menjadi korban penganiayaan. Setelah menjalani perawatan medis selama beberapa hari, Ikrom akhirnya meninggal dunia.

Kasus tersebut kini masih dalam proses penyelidikan Satreskrim Polres Tasikmalaya. Polisi masih mendalami kronologi lengkap serta peran orang yang telah diamankan.

Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Januar Rangga Fardhela, membenarkan adanya pengamanan tersebut.

“Sudah kita amankan satu orang yang diduga menjadi pelaku dalam kejadian tersebut,” ujar Januar.

Meski telah mengamankan satu orang, polisi belum menyimpulkan seluruh rangkaian perkara. Penyidik masih mengumpulkan keterangan saksi dan bukti untuk memastikan bagaimana peristiwa tersebut terjadi.

Polisi Dalami Kronologi Penganiayaan

Peristiwa yang menimpa Ikrom terjadi pada Minggu (30/8/2026) sekitar pukul 04.00 WIB.

Lokasi kejadian berada di Jalan Ir H Juanda, tepatnya di kawasan depan eks Terminal Cilembang, Kota Tasikmalaya.

Dalam kejadian tersebut, Ikrom diduga mengalami penganiayaan hingga mengalami sejumlah luka serius, terutama pada bagian kepala.

Korban yang merupakan warga Lewimalang, Kelurahan Bantarsari, Kecamatan Bungursari, Kota Tasikmalaya, kemudian mendapatkan perawatan medis.

Ikrom sempat menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Hermina Tasikmalaya. Namun, kondisi kesehatannya terus menurun setelah mengalami luka akibat peristiwa tersebut.

Ikrom akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (2/9/2026) sekitar pukul 13.00 WIB.

Kepergian remaja yang sehari-hari berjualan jasuke tersebut kemudian mendapat perhatian dari masyarakat Tasikmalaya.

Polisi Luruskan Informasi soal Geng Motor

Dalam perkembangan penyelidikan, muncul informasi yang mengaitkan kasus tersebut dengan kelompok atau geng motor.

Polisi memberikan penjelasan bahwa berdasarkan informasi sementara yang diperoleh, korban justru diduga memiliki keterkaitan dengan kelompok atau geng motor yang berada di sekitar lokasi.

Sementara itu, orang yang diamankan polisi disebut merupakan warga yang tinggal di sekitar tempat kejadian perkara (TKP).

“Yang diduga tergabung dari grup atau geng motor tersebut adalah korban itu sendiri. Sedangkan terduga pelaku adalah masyarakat sekitar TKP,” kata Januar.

Keterangan tersebut masih menjadi bagian dari pendalaman penyidik. Polisi perlu memastikan hubungan antara pihak-pihak yang berada di lokasi serta latar belakang yang melatarbelakangi kejadian.

Motif dan Peran Terduga Pelaku Masih Didalami

Setelah satu orang diamankan, penyidik masih memiliki sejumlah hal yang harus diungkap.

Polisi tengah mendalami motif, awal mula kejadian, pemicu penganiayaan, hingga pihak-pihak yang berada di sekitar lokasi saat peristiwa berlangsung.

Keterangan saksi dan bukti yang ditemukan di lapangan akan menjadi dasar penyidik dalam mengungkap perkara tersebut.

Status hukum orang yang diamankan juga masih dalam proses pendalaman. Polisi perlu memastikan keterlibatannya berdasarkan bukti dan keterangan yang diperoleh selama penyelidikan.

Januar menegaskan, pihaknya masih bekerja untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai kasus yang menyebabkan Ikrom meninggal dunia.

Dengan demikian, polisi belum menutup kemungkinan adanya fakta lain yang terungkap selama proses penyelidikan berlangsung.

Kasus kematian penjual jasuke berusia 16 tahun ini menjadi perhatian karena korban masih tergolong anak dan meninggal setelah menjalani perawatan akibat luka serius.

Polisi memastikan proses penyelidikan terus dilakukan untuk mengungkap fakta secara menyeluruh serta menentukan pihak yang harus bertanggung jawab sesuai ketentuan hukum.

 

Editor : (JU/Rizal Nurramdhani)

Azkalana Ramadhan Bawa Nama Ciamis di Ajang Batik Kreasi Nusantara 2026

Ciamis, Jabarupdate: Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putra daerah Kabupaten Ciamis. Azkalana Ramadhan Putra Adrianto, siswa SDN 1 Sindangrasa, berhasil meraih Juara Inti II kategori B Putra dalam ajang Workshop Batik dan Pesona Batik Kreasi Nusantara 2026 tingkat nasional.

Ajang tersebut diselenggarakan oleh Demode Tasikmalaya bekerja sama dengan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengenal, mencintai, sekaligus mengembangkan seni dan budaya batik Nusantara.

Dalam kompetisi tersebut, Azkalana menjadi salah satu perwakilan Kabupaten Ciamis melalui Sanggar KRESIDA. Keberhasilannya meraih juara menjadi kebanggaan tersendiri, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga bagi masyarakat Kabupaten Ciamis.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa anak-anak daerah memiliki potensi besar untuk berprestasi di tingkat nasional. Apalagi, batik merupakan salah satu warisan budaya Indonesia yang perlu terus dikenalkan kepada generasi muda.

Ayah Azkalana, Dimas Adrianto, mengaku bersyukur dan bangga atas pencapaian yang diraih putranya. Menurutnya, prestasi tersebut merupakan hasil dari proses belajar, latihan, serta keberanian Azkalana untuk mengikuti ajang di tingkat nasional.

Dimas mengatakan, dirinya bersama keluarga selalu berusaha memberikan dukungan terhadap minat dan bakat Azkalana. Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi tersebut dapat menjadi motivasi bagi putranya untuk terus belajar dan mengembangkan kemampuan.

“Sebagai orang tua tentu kami sangat bangga dan bersyukur atas pencapaian Azkalana. Yang paling penting bagi kami bukan hanya soal juara, tetapi bagaimana dia berani tampil, mengikuti proses, dan mendapatkan pengalaman baru,” ujar Dimas, Senin (7/9/2026).

Ia juga berharap prestasi yang diraih Azkalana dapat menjadi motivasi bagi anak-anak lainnya di Kabupaten Ciamis untuk tidak takut mengembangkan bakat dan mengikuti berbagai kegiatan positif.

Menurut Dimas, dukungan dari lingkungan sekolah, sanggar, keluarga, serta pihak-pihak yang terlibat menjadi bagian penting dalam perjalanan Azkalana hingga mampu meraih prestasi di tingkat nasional.

“Semoga prestasi ini bisa menjadi pengalaman berharga untuk Azkalana. Kami juga berharap ke depannya dia semakin percaya diri, terus belajar, dan tetap rendah hati,” katanya.

Dimas menambahkan, keikutsertaan Azkalana dalam ajang tersebut juga memberikan pengalaman berharga dalam mengenal seni dan budaya Indonesia, khususnya batik.

Ia berharap generasi muda tidak hanya melihat batik sebagai pakaian tradisional, tetapi juga memahami nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Dengan begitu, kecintaan terhadap budaya Nusantara dapat terus tumbuh sejak usia dini.

Prestasi Azkalana bersama Sanggar KRESIDA sekaligus menjadi kabar positif bagi Kabupaten Ciamis. Keberhasilan tersebut membuktikan bahwa potensi seni dan budaya dari daerah mampu bersaing dan mendapatkan apresiasi di tingkat nasional.

Keluarga berharap pencapaian ini menjadi langkah awal bagi Azkalana untuk terus mengukir prestasi di masa mendatang, sekaligus membawa nama baik Kabupaten Ciamis melalui berbagai bidang yang sesuai dengan bakat dan minatnya.

Ciamis Dapat 160 Becak Listrik Gratis, Penambahan Unit Tunggu Produksi Pindad

Bantuan Becak Gratis
Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan bersama Bupati Ciamis dan Unsur Forkopimda/Rizal Nurramdhani/Jabarupdate.id

Ciamis, Jabarupdate : Kabupaten Ciamis mendapat bantuan 160 unit becak listrik gratis dari Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (YGSN).

Bantuan tersebut diserahkan kepada masyarakat dalam kegiatan yang berlangsung di Pendopo Bupati Ciamis, Minggu (6/9/2026). Jumlah becak listrik yang diterima Ciamis masih berpeluang bertambah.

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha YGSN, Mayjen TNI (Purn) Firman Dahlan, mengatakan penyaluran 160 unit tersebut merupakan tahap awal berdasarkan hasil pendataan calon penerima manfaat.

Menurut Firman, YGSN masih membuka peluang untuk menambah jumlah becak listrik yang disalurkan ke Ciamis. Namun, penambahan tersebut bergantung pada ketersediaan unit yang diproduksi PT Pindad.

“Rencana masih akan ditambahkan lagi seperti di kabupaten lain. Awalnya 60 becak, kemudian ditambah lagi 100,” kata Firman seusai penyerahan bantuan di Pendopo Bupati Ciamis.

Penambahan Becak Listrik Bergantung Produksi Pindad

Firman menjelaskan, ketersediaan produksi menjadi faktor penting dalam menentukan penyaluran tambahan becak listrik.

Kendaraan tersebut diproduksi di lingkungan industri pertahanan PT Pindad. Karena itu, distribusi ke daerah dilakukan menyesuaikan jumlah unit yang sudah tersedia.

“Kalau produksinya ada di Pindad, kita bisa tambah lagi,” ujarnya.

Meski peluang penambahan masih terbuka, YGSN menerapkan batas distribusi maksimal 200 unit becak listrik untuk setiap kabupaten. Kebijakan tersebut dilakukan agar bantuan dapat menjangkau masyarakat di berbagai daerah secara lebih merata.

Firman menambahkan, YGSN tidak menetapkan jadwal khusus untuk penambahan unit. Penyaluran dilakukan setelah produksi dan stok becak listrik tersedia.

Becak Listrik Diberikan Gratis kepada Pengayuh

Bantuan becak listrik tersebut diberikan secara cuma-cuma kepada masyarakat yang menjadi penerima manfaat.

Program ini salah satunya menyasar para pengayuh becak yang selama ini masih menggunakan becak konvensional. Penggunaan tenaga listrik diharapkan dapat mengurangi beban fisik saat bekerja sekaligus membantu meningkatkan produktivitas mereka.

Firman meminta penerima menjaga kendaraan yang telah diberikan dan memanfaatkannya untuk menunjang pekerjaan.

“Tidak diperbolehkan menjual, menyewakan, menggadaikan, maupun memindahtangankan becak listrik tersebut kepada pihak lain,” tambahnya.

YGSN Targetkan Distribusi 25.000 Becak Listrik

Penyaluran becak listrik di Ciamis merupakan bagian dari program bantuan yang lebih luas. YGSN menargetkan sebanyak 25.000 unit becak listrik dapat disalurkan kepada masyarakat.

Khusus tahun 2026, sekitar 2.500 unit ditargetkan dapat didistribusikan ke berbagai daerah.

Untuk mendukung penggunaan becak listrik di Ciamis, pemerintah daerah diminta menyiapkan fasilitas pengisian baterai.

Jika terjadi kerusakan, penerima dapat menyampaikannya melalui Dinas Perhubungan Kabupaten Ciamis untuk kemudian diteruskan kepada teknisi.

Becak listrik yang diberikan juga dilengkapi garansi selama satu tahun. Selama masa garansi tersebut, teknisi dan mekanik disiapkan untuk membantu menangani kebutuhan perawatan maupun kerusakan kendaraan.

Dengan demikian, peluang penambahan becak listrik di Ciamis masih terbuka. Namun, realisasinya tetap menunggu ketersediaan produksi dan stok dari PT Pindad.

Presiden Prabowo Salurkan Becak Listrik ke Ciamis, Bupati Herdiat Titip Pesan kepada Penerima

Ciamis, Jabarupdate : Sebanyak 160 unit becak listrik bantuan Presiden RI Prabowo Subianto disalurkan kepada pengayuh becak di Kabupaten Ciamis. Penyerahan bantuan tersebut berlangsung di Aula TP PKK Kabupaten Ciamis, Minggu (6/9/2026).

Bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo tersebut disalurkan melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional. Kegiatan penyerahan dihadiri Bupati Ciamis, unsur Forkopimda, serta perwakilan pihak pemberi bantuan.

Dalam sambutannya, Bupati Ciamis, Dr. H.Herdiat Sunarya menyampaikan rasa syukur atas tersalurkannya bantuan 160 unit becak listrik bagi masyarakat Ciamis.

“Alhamdulillah pada pagi hari ini kita dapat berkumpul dalam agenda kegiatan pemberian becak listrik,” ujarnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Ciamis dan masyarakat penerima manfaat, Bupati Herdiat menyampaikan terima kasih kepada Mayjen Firman Dahlan beserta jajaran yang telah hadir dan membantu proses penyaluran bantuan tersebut.

Bupati Herdiat mengatakan, bantuan becak listrik dari Presiden Prabowo diharapkan dapat memberikan kemudahan bagi penerima dalam menjalankan aktivitas sehari-hari sekaligus menjadi sumber penghasilan.

Menurutnya, penggunaan becak listrik dapat mengurangi beban tenaga dibandingkan becak konvensional yang masih menggunakan tenaga manusia dengan cara dikayuh.

“Kalau kita menggunakan becak yang konvensional, yang dikayuh, tentunya memakan tenaga lebih. Nah, ini becak listrik tentunya sangat mudah dan hemat energi,” katanya.

Selain meringankan tenaga, Bupati Herdiat berharap 160 unit becak listrik tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sarana usaha. Ia meminta para penerima menggunakan bantuan dengan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga.

“Manfaatkan bantuan ini untuk mensejahterakan keluarga,” pesannya.

Herdiat juga mengingatkan agar para penerima menjaga dan menggunakan bantuan tersebut sesuai peruntukannya. Hal itu sejalan dengan ketentuan bahwa becak listrik yang diberikan tidak boleh dijual, digadaikan, maupun dipindahtangankan.

Bupati Herdiat berharap bantuan dari Presiden Prabowo tersebut benar-benar memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat penerima di Kabupaten Ciamis.

Dalam kesempatan itu, Bupati Herdiat juga menyampaikan apresiasinya kepada Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut dukungan masyarakat Ciamis terhadap Prabowo dalam pemilihan presiden cukup tinggi.

“Di Ciamis ini sudah ketiga kali perolehan suaranya di atas 60 persen. Walaupun pada periode sebelumnya kalah di Ciamis, suaranya 60 persen,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Bupati Herdiat mendoakan agar Presiden Prabowo Subianto dapat menjalankan amanah dalam memimpin Indonesia.

“Mudah-mudahan Pak Presiden dapat mengemban amanah,” ujarnya.

Dengan adanya bantuan 160 unit becak listrik dari Presiden Prabowo, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap penerima manfaat dapat memanfaatkannya secara optimal. Bantuan tersebut diharapkan tidak hanya memudahkan aktivitas, tetapi juga menjadi penunjang usaha dan meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Pemuda Tasikmalaya Harus Bergerak Cegah Kekerasan dan Geng Motor

Tasikmalaya, Jabarupdate : Kematian seorang remaja berusia 16 tahun setelah peristiwa yang diduga berkaitan dengan bentrokan geng motor menjadi alarm bagi seluruh elemen masyarakat. Tragedi tersebut semestinya tidak berhenti sebagai kabar duka, tetapi menjadi momentum untuk memperkuat upaya pencegahan kekerasan di kalangan anak muda.

Di balik peristiwa tersebut, ada keluarga yang kehilangan anak. Ada cita-cita yang terhenti dan masa depan seorang remaja yang tidak lagi bisa dilanjutkan.

Karena itu, persoalan ini perlu dilihat lebih luas. Bukan hanya mengenai siapa yang nantinya terbukti bersalah, tetapi juga mengapa persoalan di kalangan anak muda bisa berkembang hingga menimbulkan korban.

Informasi mengenai penyebab kematian korban tentu masih harus menunggu hasil penyelidikan aparat. Berbagai informasi yang beredar di masyarakat juga tidak boleh langsung dianggap sebagai fakta sebelum dibuktikan melalui proses hukum.

Namun, terlepas dari hasil penyelidikan nantinya, satu hal penting tidak boleh diabaikan. Anak muda membutuhkan perhatian dan pendampingan sebelum mereka terjerumus ke dalam persoalan kekerasan.

Pemuda Membutuhkan Ruang Positif

Peran organisasi kepemudaan menjadi sangat penting dalam kondisi seperti ini.

Karang Taruna, misalnya, selama ini dikenal melalui kegiatan sosial, olahraga, perlombaan, peringatan hari besar nasional hingga kegiatan hiburan di lingkungan masyarakat.

Kegiatan tersebut tentu memiliki manfaat. Namun, tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini jauh lebih kompleks.

Remaja menghadapi tekanan pergaulan, persoalan pendidikan, sulitnya memperoleh pekerjaan, pengaruh media sosial hingga kebutuhan untuk mendapatkan pengakuan dari lingkungan.

Sebagian anak muda mampu menyalurkan energinya melalui olahraga, seni, komunitas dan kegiatan kreatif. Namun, tidak semua memiliki akses terhadap ruang positif tersebut.

Ketika ruang untuk berkegiatan semakin terbatas, jalanan bisa menjadi tempat mencari teman, identitas dan rasa memiliki.

Persoalannya muncul ketika solidaritas dibangun melalui kekerasan, tawuran, konvoi berbahaya atau tindakan yang mengganggu keamanan masyarakat.

Dampaknya bukan hanya dirasakan oleh mereka yang terlibat. Masyarakat juga bisa menjadi korban.

Penanganan Geng Motor Tidak Cukup dengan Penindakan

Pencegahan geng motor dan kekerasan remaja tidak bisa hanya mengandalkan patroli serta penindakan hukum.

Polisi memiliki tugas penting dalam menjaga keamanan dan menegakkan hukum. Namun, persoalan sosial yang berada di belakang perilaku anak muda membutuhkan keterlibatan banyak pihak.

Pemerintah Kota Tasikmalaya perlu memastikan kebijakan kepemudaan benar-benar menyentuh kebutuhan generasi muda.

Pertanyaannya sederhana. Apakah ruang publik yang tersedia sudah cukup? Apakah lapangan olahraga dapat digunakan anak muda secara aman dan terjangkau?

Bagaimana dengan komunitas seni, musik, otomotif, teknologi, olahraga dan kewirausahaan?

Begitu pula dengan remaja yang putus sekolah atau belum memiliki pekerjaan. Mereka membutuhkan akses terhadap pendidikan keterampilan dan kesempatan untuk mengembangkan kemampuan.

Langkah-langkah tersebut jauh lebih penting daripada sekadar membuat kegiatan seremonial setelah sebuah tragedi terjadi.

Jangan sampai setiap persoalan kekerasan yang melibatkan anak muda hanya direspons dengan rapat, seminar, deklarasi, kemudian berhenti tanpa tindak lanjut yang nyata.

KNPI dan Karang Taruna Harus Hadir di Tengah Pemuda

Organisasi kepemudaan juga perlu melakukan evaluasi terhadap perannya.

KNPI memiliki posisi strategis untuk membawa persoalan pemuda ke tingkat kebijakan. Namun, kerja kepemudaan tidak seharusnya berhenti di ruang rapat atau agenda organisasi.

Persoalan anak muda harus dibicarakan langsung bersama mereka.

Datangi komunitas motor. Temui kelompok olahraga. Masuk ke lingkungan sekolah dan kampung. Dengarkan apa yang menjadi keresahan mereka.

Sebab ada perbedaan besar antara berbicara tentang pemuda dan berbicara bersama pemuda.

Tidak semua persoalan dapat diselesaikan dengan seminar atau kegiatan formal.

Seorang remaja mungkin tidak membutuhkan seminar motivasi. Bisa jadi ia membutuhkan lapangan olahraga, pelatihan keterampilan, pekerjaan, komunitas atau sekadar seseorang yang bersedia mendengarkan persoalannya.

Pendekatan seperti inilah yang perlu diperkuat.

Keluarga dan Sekolah Punya Peran Penting

Pencegahan kekerasan remaja juga tidak bisa dilepaskan dari keluarga.

Orang tua merupakan lingkungan pertama yang dapat melihat perubahan perilaku anak. Ketika anak mulai sering pulang larut malam, berubah dalam pergaulan, meninggalkan sekolah, mudah marah atau semakin tertutup, kondisi tersebut perlu menjadi perhatian.

Perubahan perilaku memang tidak otomatis berarti seorang anak terlibat dalam kegiatan negatif. Namun, komunikasi yang terbuka dapat menjadi benteng awal agar anak tidak merasa sendirian ketika menghadapi masalah.

Sekolah juga memiliki tanggung jawab serupa.

Guru bukan hanya bertugas menyampaikan materi pelajaran, tetapi juga memiliki peran dalam melihat perubahan perilaku peserta didik.

Siswa yang mulai sering tidak masuk sekolah, menarik diri, terlibat konflik atau mengalami perubahan perilaku secara drastis perlu mendapatkan pendampingan sejak dini.

Dengan demikian, persoalan geng motor dan kekerasan remaja tidak dapat diselesaikan melalui satu pendekatan saja.

Polisi membutuhkan dukungan masyarakat. Pemerintah membutuhkan masukan organisasi kepemudaan. Karang Taruna membutuhkan dukungan pemerintah.

Sekolah membutuhkan keterlibatan keluarga, sementara keluarga membutuhkan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak.

Jangan Menunggu Korban Berikutnya

Yang perlu diubah adalah cara berpikir bersama.

Jangan menunggu seorang remaja terlibat kekerasan baru kemudian semua pihak bergerak.

Jangan menunggu korban berjatuhan baru mencari solusi.

Dan jangan menjadikan kematian seorang anak sekadar momentum untuk membuat slogan.

Jika ingin menyelamatkan generasi muda Tasikmalaya, program pencegahan harus berjalan sebelum persoalan muncul.

Karang Taruna dapat menghidupkan kembali kegiatan kepemudaan di tingkat kampung. KNPI dapat mengawal kebijakan pemuda agar tidak berhenti sebagai program administratif.

Pemerintah dapat memperluas ruang olahraga, kreativitas dan pelatihan kerja. Sekolah memperkuat pendampingan. Polisi meningkatkan pendekatan preventif bersama masyarakat.

Di sisi lain, keluarga perlu memperkuat komunikasi dengan anak.

Semua itu tidak harus dimulai dengan program besar.

Satu lapangan yang kembali ramai oleh kegiatan positif bisa lebih berarti daripada satu spanduk kampanye.

Satu pelatihan kerja yang mampu membuat anak muda mandiri bisa lebih bermanfaat daripada seminar yang hanya berlangsung beberapa jam.

Bahkan satu komunitas yang berhasil menjauhkan puluhan remaja dari pergaulan berisiko bisa memberikan dampak yang jauh lebih besar daripada puluhan unggahan di media sosial.

Tasikmalaya Membutuhkan Kehadiran

Kota Tasikmalaya tidak kekurangan anak muda yang memiliki energi dan kreativitas. Yang dibutuhkan adalah arah.

Energi tersebut jangan hanya dipandang sebagai ancaman ketika muncul di jalan. Jika diarahkan dengan baik, energi anak muda dapat menjadi kekuatan melalui olahraga, seni, pendidikan, teknologi, kewirausahaan, komunitas dan pekerjaan.

Karena itu, tragedi yang menimpa remaja tersebut harus menjadi momentum untuk berbenah.

Biarkan aparat mengungkap perkara secara hukum. Jangan mendahului proses penyelidikan dengan tuduhan.

Namun, pemerintah dan organisasi kepemudaan tidak perlu menunggu hasil penyelidikan untuk mulai melakukan pencegahan.

Satu nyawa anak muda sudah terlalu mahal untuk dijadikan alasan menunda tindakan.

Tasikmalaya membutuhkan organisasi kepemudaan yang tidak hanya mampu menyusun agenda, tetapi juga hadir di tengah kehidupan anak muda.

Bukan sekadar membuat kegiatan untuk mereka, melainkan berjalan bersama mereka.

Sebab persoalan generasi muda tidak akan selesai hanya dengan semakin banyak rapat.

Yang dibutuhkan adalah kehadiran.

Kehadiran di kampung. Kehadiran di sekolah. Kehadiran di lapangan. Kehadiran di komunitas. Kehadiran di tengah keluarga.

Dan yang paling penting, kehadiran sebelum semuanya terlambat.

Jangan sampai kita baru kembali berbicara tentang masa depan pemuda setelah seorang anak kehilangan masa depannya.

Sebab setiap remaja yang berhasil dijauhkan dari kekerasan bukan sekadar satu orang yang terhindar dari masalah.

Itu berarti satu keluarga yang tidak kehilangan anak, satu cita-cita yang tetap hidup, dan satu masa depan yang masih bisa diperjuangkan.

Editor: (JU/Rizal Nurramdhani)