
Ragam, Jabarupdate: Tidak hanya depresi, gangguan mental juga bisa berdampak pada perubahan perilaku ataupun kebiasaan. Contohnya seperti kebiasaan menimbun sampah atau disebut dengan Hoarding disorder.
Gangguan Mental sering kali menarik perhatian masyarakat. Sekarang gangguan mental bukan hanya berdampak depresi bagi penderitanya.
Namun banyak sekali dampak lain yang ditimbulkan dari gangguan mental, salah satunya Hoarding disorder.
hoarding disorder yakni gangguan penimbunan merupakan kesulitan untuk membuang harta benda secara berulang, karena merasa perlu menyimpannya.
Dalam hal ini, penderitanya akan terus-menerus menyimpan barang dalam jumlah yang banyak.
Bahkan ketika berpikir ataupun diminta untuk membuang barang-barang tersebut, penderita bisa merasa tertekan.
Tempat yang ditinggalinya bisa sampai penuh dengan barang-barang yang bisa dibilang tidak lagi berguna.
Penderita gangguan penimbunan ini banyak ditemukan, mulai tadi kasus yang ringan sampai kasus berat yang dapat mengganggu kehidupan sehari-hari penderitanya.
Sebagian penderita terkadang tidak menyadari kelainan yang dialaminya, sehingga tidak ada upaya yang dilakukannya.
Padahal penyakit ini bisa sembuh dengan perawatan intensif, agar penderitanya bisa hidup lebih baik dan lebih nyaman lagi.
Gejala yang dialami penderitanya antara lain:
1) Menyimpan barang-barang yang tidak perlu, padahal tidak punya ruang untuk menyimpannya.
2) Terus menerus kesulitan membuang barang-barang yang terkumpul, berapapun nilai barang tersebut.
3) Merasa bahwa barang-barang tersebut perlu disimpan dan kesal ketika terpikir untuk membuangnya.
4) Barang-barang tersebut dikumpulkan hingga menjadi sampah, bahkan sampai ruangan tidak dapat digunakan lagi.
5) Perencanaan dan penataan yang bermasalah.
Hoarding disorder (gangguan penimbunan) ini berbeda dengan kolektor, yakni seseorang yang hobi mengoleksi suatu barang.
Misalnya kolektor perangko,model mobil, miniatur, mereka akan cermat mencari, mengatur, dan memajang rapi koleksinya.
Meski bisa berjumlah banyak, koleksi mereka tidak akan berantakan, apalagi sampai mereka sulit bergerak di ruangan yang mereka tempati.
Meski disebutkan berbagai gejala yang mungkin dialami penderita Hoarding disorder, tetap diperlukan diagnosa dari ahli.



