Hujan Deras Kurang dari 30 Menit, Kota Tasikmalaya Dikepung Banjir Cileuncang

Tasikmalaya Dikepung Banjir
Banjir Cilruncang di Pertigaan Jalan Cempakawarna, Kota Tasikmalaya/Jabarupdate.id

Tasikmalaya, Jabarupdate: Hujan deras yang mengguyur Kota Tasikmalaya selama kurang dari 30 menit pada Rabu (14/5/2025) sore, membuat kota ini dikepung banjir cileuncang di berbagai titik.

Genangan air yang terjadi disebabkan oleh buruknya sistem drainase kota, yang sebagian besar tertutup oleh sampah, endapan tanah, serta tembok penghalang aliran air.

Beberapa ruas jalan utama dilaporkan menjadi lokasi langganan banjir. Di antaranya adalah Jalan K.H. Zaenal Mustofa, persimpangan Jalan Bebedilan, Jalan Cilembang, dan Jalan Cempakawarna.

Kondisi serupa juga ditemukan di sekitar Rumah Sakit Jantung di Kalangsari, Jalan Muhammad Hatta di Sukagalih, serta Perempatan SPBU Cikurubuk.

Akibatnya, aktivitas warga terganggu, kendaraan mogok, dan arus lalu lintas terhambat.

Tasikmalaya Dikepung Banjir, Warga Desak Pemkot Bertindak

Sekretaris Sukapura Muda Indonesia, Ekky Rizky Marzuki, mengungkapkan kekecewaannya terhadap Pemerintah Kota Tasikmalaya yang dinilai lamban dalam menangani masalah banjir cileuncang ini.

“Setiap musim hujan, titik-titik ini selalu banjir. Padahal hujan deras kurang dari setengah jam, udah pada banjir,” kata Ekky.

Padahal, lanjut dia, Perbaikan sudah dilakukan berkali-kali, tapi tidak pernah benar-benar menyelesaikan masalah.

“Titik-titik yang sering banjir di Kota Tasikmalaya ini, sudah beberapa kali diperbaiki, tetapi hasilnya tidak pernah maksimal. Hal ini menunjukkan perbaikannya tidak dilakukan dengan benar, cenderung asal-asalan. Faktanya, masih saja banjir,” tegas Ekky.

Ia menambahkan bahwa Kota Tasikmalaya memiliki potensi besar sebagai kota yang maju. Namun, jika masalah mendasar seperti drainase tidak ditangani dengan baik, potensi tersebut akan sulit diwujudkan.

“Jika genangan kecil saja tidak dapat diatasi, bagaimana masyarakat bisa percaya bahwa masalah yang lebih besar akan mendapatkan perhatian yang layak?,” lanjut dia.

Drainase Buruk, Wajah Buruk Tata Kelola Kota

Ekky menjelaskan bahwa cileuncang, yang dalam bahasa Sunda berarti genangan air akibat hujan deras, adalah masalah yang mencerminkan buruknya tata kelola drainase.

“Masalah ini umumnya disebabkan oleh saluran drainase tersumbat oleh sampah dan sedimen. Kapasitas drainase yang tidak memadai untuk menampung volume air hujan. Permukaan tanah yang tidak menyerap air, seperti aspal dan beton,” papar dia

Menurut dia, meski berskala kecil dibandingkan banjir besar, cileuncang tetap membawa dampak serius.

“Jalan licin, kendaraan mogok, dan aktivitas warga terganggu. Ini bukan sekadar genangan air biasa, tapi masalah nyata yang memengaruhi ekonomi kota,” tambahnya.

Seruan untuk Viman Alfarizi

Dia berharap Pemerintah Kota Tasikmalaya, melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait, segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki sistem drainase kota.

Ekky menegaskan bahwa genangan air yang terus berulang ini menunjukkan adanya ketidakmampuan dalam menyelesaikan masalah dasar kota.

“Wali Kota harus lebih peka. Jangan anggap masalah ini kecil, karena dampaknya besar. Jika terus dibiarkan, banjir cileuncang akan menjadi simbol kegagalan pemerintah,” tegas Ekky.

Dengan curah hujan yang diperkirakan masih tinggi dalam beberapa minggu ke depan, katanya, masyarakat Tasikmalaya berharap pemerintah segera mengambil tindakan nyata agar Kota Tasikmalaya tak selalu dikepung masalah banjir cileuncang, dan tidak terus berulang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini