Minggu, April 14, 2024

Jabar Selalu Sigap Cegah Kasus Tuberkolosis Dalam Dua Tahun Terakhir

Editor:Hasby Agni

Jawa Barat, Jabarupdate: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) mengapresiasi Provinsi Jawa Barat atas upaya deteksi kasus tuberkulosis (TBC) yang merupakan langkah awal pengendalian TBC.

Imran Pambudi, Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kementerian Kesehatan RI, melaporkan Jawa Barat berhasil mendeteksi hingga 100% kasus TBC dalam dua tahun terakhir.

“Saya mengapresiasi Jabar yang berhasil mendeteksi 100% kasus TBC dalam dua tahun terakhir, bahkan mencapai 117% akibat limpahan dari provinsi tetangga. Mendeteksi seluruh kasus TBC adalah kunci pertama pengendalian TBC,” kata Imran, Rabu. (21 Februari 2024) Peluncuran dan penandatanganan bersama USAID BEBAS TB tingkat provinsi Jawa Barat dan penyusunan rencana kerja komprehensif untuk “Pemberantasan dan Pemberantasan Tuberkulosis” yang diadakan di Hotel Novotel Kota Bandung.

Langkah kedua dalam pengendalian TBC adalah keberhasilan pemberian pengobatan, dan langkah ketiga adalah keberhasilan penyelesaian pengobatan selama enam bulan berturut-turut. Selain itu, Imran juga menekankan perlunya mewaspadai meningkatnya kasus TBC pada anak karena dapat menyebabkan keterlambatan tumbuh kembang dan kerusakan otak.

Menurut Pusat Pelayanan Kesehatan Provinsi Jawa Barat (data tahun 2023 ditambah 1 Februari 2024), Jawa Barat saat ini diperkirakan memiliki 233.334 kasus TBC baru, atau mencakup 22% dari total kasus di Tanah Air.

Enam daerah dengan beban TBC lebih tinggi adalah Bogor, Sukabumi, Bandung, Kota Bandung, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi. Jawa Barat menjadi salah satu provinsi yang mendapat perhatian USAID karena tingginya data kasus TBC.

Dodo Suhendar, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah (Setda) Jawa Barat, mengatakan sesuai surat Dirjen, Jabar telah menjadi salah satu provinsi bebas intervensi TBC USAID dan lima kabupaten/kota telah menjadi salah satu provinsi bebas intervensi TBC USAID. terpilih untuk Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kementerian Kesehatan Nomor PM 01.01/C/32/2024 yaitu Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Bekasi, Kabupaten Bekasi dan Kabupaten Bogor.

“Workshop dan kick off meeting hari ini juga memaparkan program bebas TBC USAID di Jawa Barat, khususnya di lima kabupaten/kota tersebut,” kata Dodo.

Kampanye peluncuran ini diharapkan dapat menurunkan jumlah kasus baru TBC di Jawa Barat, menurunkan angka kematian akibat TBC, dan mengurangi diskriminasi terhadap pasien TBC.

“Kami sangat berterima kasih atas kontribusi USAID dalam mendukung Program Pengurangan TBC Jawa Barat yang merupakan langkah nyata menuju tujuan Indonesia bebas TBC pada tahun 2030. Ini merupakan bentuk sinergi dan kerja sama,” kata Dodo.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News atau gabung di Jabarupdate.id WhatsApp Chanel.

Bagikan Artikel

Komentar

- Advertisement -spot_img
ARTIKEL TERKAIT

Terbaru

- Advertisment -spot_img

Terpopuler