Ciamis, Jabarupdate: Suara bantingan kartu bernoktah merah yang beradu dengan meja kayu sering kali memecah keheningan malam di berbagai pos ronda, balai desa, hingga warung kopi di seantero Indonesia.
Permainan yang akrab disapa “gapleh” ini telah lama membudaya, menjadi hiburan pelepas penat yang rutin dipertandingkan secara kasual dari tingkat Rukun Tetangga (RT) hingga kabupaten.
Namun, permainan yang selama ini murni berstatus sebagai nomor hiburan rakyat tersebut, kini telah sah menanggalkan citra lamanya untuk melangkah ke arena profesional yang diakui oleh negara.
Pengukuhan Resmi dan Lahirnya ‘Orado’
Ternyata, gapleh kini tidak lagi sekadar permainan pengisi waktu luang bagi warga. Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) telah resmi mengangkatnya menjadi salah satu cabang olahraga (cabor) dengan nomenklatur baru: Cabang Olahraga Domino (Orado).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, langkah legalitas ini telah ditandai dengan pengukuhan Federasi Orado Provinsi Jawa Barat.
Pengurus KONI Jabar, Yasmin Sambas, menyebutkan bahwa prosesi bersejarah bagi para pencinta domino tersebut dilangsungkan di Gedung Yayasan Pasundan, Bandung, pada Minggu (30/8).
Transformasi Aturan: Tak Lagi Sekadar Main Gapleh
Konsekuensi logis dari naiknya kasta domino menjadi cabor resmi di bawah payung KONI adalah perombakan regulasi secara total.
Jika di tingkat RT gapleh dimainkan dengan aturan yang lentur, mengandalkan insting, dan kadang memuat kesepakatan lokal, cabor Orado menuntut standardisasi mutlak.
Ketika berstatus sebagai olahraga resmi, Domino dipastikan memiliki aturan main tersendiri yang lebih terstruktur, ketat, dan diakui cukup berbeda dengan pakem gapleh jalanan.
Hal ini dilakukan demi menjamin objektivitas, sportivitas, dan perhitungan poin berskala nasional.
Pengebutan Organisasi dan Klub di Ciamis
Pasca dikukuhkan di tingkat provinsi, gelombang standardisasi ini langsung bergerak cepat ke daerah-daerah. Kabupaten Ciamis menjadi salah satu target utama pembentukan struktur organisasi di akar rumput.
“Sekarang kami sedang sosialisasi pembentukan di tingkat kabupaten, salah satunya di Ciamis. Kepengurusan Orado Ciamis diharapkan segera terbentuk,” jelas Yasmin pada Selasa (1/9/2026).
Lebih jauh, target pembinaan di daerah tidak sekadar menyusun jajaran pengurus di atas kertas. Ekosistem olahraga ini harus dihidupkan dengan mendorong masyarakat untuk segera mendirikan klub-klub Orado resmi di wilayah Ciamis.
Pembinaan berbasis klub ini dinilai krusial untuk menyaring atlet-atlet domino berbakat yang selama ini tersembunyi di sudut-sudut kampung.
Mengincar Panggung Eksibisi Porda
Semua persiapan yang dikebut dari tingkat provinsi hingga kabupaten ini bermuara pada satu target besar terdekat: Pekan Olahraga Daerah (Porda).
Sebagai cabor pendatang baru, Orado harus terlebih dahulu melewati fase perkenalan di ajang multievent tersebut. Yasmin menegaskan, “Pada Porda nanti juga akan digelar eksebisi.”
Ajang eksibisi ini akan menjadi ujian perdana sekaligus panggung pembuktian bagi cabor Domino. Publik kini menanti, apakah olahraga otak dan taktik yang lahir dari rahim pos ronda ini mampu memukau dan tampil seprofesional cabang olahraga prestasi lainnya.




