
Ragam, Jabarupdate: Bumi merupakan planet yang dinamis, di mana material-materialnya terus didaur ulang melalui proses yang dikenal sebagai siklus batuan.
Dalam siklus ini, batuan beku memegang peranan penting sebagai jenis batuan yang paling umum ditemukan di permukaan planet kita.
Namun, banyak orang yang masih bingung mengenai asal-usulnya, terutama terkait perbedaan magma dan lava yang menjadi bahan dasar pembentukannya.
Menurut informasi dari kanal pendidikan Crash Course, batuan beku terbentuk ketika batuan cair mendingin dan mengristal menjadi massa padat.
Para ahli geologi memberikan nama yang berbeda pada batuan cair ini berdasarkan lokasinya. Magma adalah sebutan untuk batuan cair saat masih berada di bawah permukaan tanah, sementara lava adalah sebutan ketika material tersebut telah keluar dan mencapai permukaan Bumi.
Dampak Lokasi terhadap Jenis Batuan
Perbedaan magma dan lava bukan sekadar masalah nama, melainkan juga menentukan karakteristik batuan yang dihasilkan. Proses ini terbagi menjadi dua kategori utama:
– Batuan Intrusif: Terbentuk dari magma yang menyusup ke dalam lapisan batuan lain di bawah permukaan Bumi. Karena berada di bawah tanah, magma mendingin dengan sangat lambat. Contoh nyata dari proses ini dapat dilihat pada pegunungan Los Cuernos del Paine di Chile, di mana terdapat garis terang besar yang terbentuk dari tiga denyut magma yang mendingin di dalam lapisan sedimen jutaan tahun lalu.
– Batuan Ekstrusif: Terbentuk ketika batuan cair (lava) keluar ke permukaan Bumi, kemudian mendingin dan mengeras dengan cepat. Contoh batuan yang dihasilkan melalui proses ini adalah basalt dan batu apung (pumice).
Memahami perbedaan magma dan lava memberikan perspektif baru tentang bagaimana daratan di sekitar kita terbentuk.
Batuan yang kita pegang saat ini bukanlah benda yang diam selamanya, melainkan hasil dari transformasi panjang yang digerakkan oleh panas dan tekanan dari dalam Bumi.



