Santri Ciamis Menuju Jepang: Ponpes Raudhatul Irfan Gandeng LPK ASRA

Ponpes Raudhatul Irfan
Penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Ketua Yayasan LPK ASRA, Asep Rahmat, dan Pimpinan Pondok Pesantren Raudhatul Irfan, Irfan Soleh/Rizal Nurramdhani/Jabarupdate

Ciamis, Jabarupdate: Pondok Pesantren (Ponpes) Raudhatul Irfan Ciamis mengambil langkah besar dalam upaya internasionalisasi lulusannya.

Pesantren ini menjalin kerja sama strategis dengan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) ASRA melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) terkait pelatihan Bahasa Jepang, Sabtu (17/1/2026).

Penandatanganan yang berlangsung dalam suasana khidmat ini menjadi bagian dari rangkaian acara Tasyakur Milad Pondok Pesantren Raudhatul Irfan.

Momentum tersebut disaksikan langsung oleh pimpinan pesantren, pengurus yayasan, serta tamu undangan yang hadir.

Kerja sama tersebut bertujuan untuk membekali santri dengan kompetensi bahasa asing dan pemahaman budaya kerja internasional.

Program yang disepakati mencakup pelatihan bahasa Jepang intensif hingga persiapan teknis bagi santri yang berencana memasuki dunia kerja di Negeri Sakura tersebut.

Ketua Yayasan ASRA, Asep Rahmat, menyatakan dengan kolaborasi tersebut sebagai bentuk nyata komitmen lembaga dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) dari kalangan pesantren agar mampu bersaing di kancah global.

“Kami melihat pesantren ini memiliki potensi besar dalam mencetak generasi yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga siap bersaing di dunia kerja global. Melalui pelatihan Bahasa Jepang ini, kami berharap santri Raudhatul Irfan memiliki peluang kerja yang luas dan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Di sisi lain, Pimpinan Ponpes Raudhatul Irfan, Irfan Soleh, menegaskan bahwa langkah tersebut merupakan perwujudan visi pesantren untuk mencetak lulusan yang mandiri dan relevan dengan kebutuhan zaman.

Lebih lanjut Irfan berharap program tersebut tidak hanya memberikan kemahiran berbahasa, tetapi juga membuka akses bagi santri untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi melalui jalur profesional di luar negeri tanpa meninggalkan akar nilai-nilai religius.

“Program ini sejalan dengan visi kami untuk melahirkan santri yang berakhlak mulia sekaligus memiliki keterampilan yang dibutuhkan pasar internasional. Kami ingin santri kami religius, profesional, dan siap berkiprah di manapun,” ungkapnya.

Dengan dimulainya kerja sama tersebut, kedua belah pihak optimistis akan lahir generasi santri dari Tatar Galuh yang mampu membawa harum nama bangsa di tingkat internasional, khususnya di Jepang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini