Sekolah Alternatif Ciamis Rayakan 3 Tahun: Menyemai Harapan untuk Anak Jalanan

Sekolah Alternatif Ciamis
: Siswa Sekolah Alternatif Ciamis bersorak gembira di Sakola Motekar, merayakan 3 tahun perjuangan pendidikan inklusif untuk anak jalanan/Dok. PMII Ciamis

Ciamis, Jabarupdate: Sekolah Alternatif Ciamis merayakan hari jadi ke-3 dengan semangat memperjuangkan hak pendidikan bagi anak-anak marjinal, khususnya anak jalanan seperti pengamen, cosplayer, dan pedagang kecil di alun-alun kota.

Perayaan sederhana namun penuh makna ini digelar pada Minggu (28/7/2025), sekaligus memperkuat kolaborasi untuk masa depan pendidikan inklusif.

Perayaan Penuh Makna di Hari Jadi Sekolah Alternatif Ciamis

Acara hari jadi ke-3 Sekolah Alternatif Ciamis dimulai dengan kunjungan edukatif ke Perpustakaan Daerah, dilanjutkan ke Sekolah Motekar, sebuah lembaga pendidikan alam berbasis komunitas.

Puncaknya adalah syukuran dan diskusi kolaboratif di Lembur Kaulinan, Sakola Motekar, yang berlangsung hingga menjelang maghrib.

Kegiatan ini tidak hanya merayakan usia, tetapi juga menegaskan komitmen untuk membangun ruang belajar bagi anak-anak yang terpinggirkan.

Dengan pendekatan kolaborasi Pentahelix, acara ini dihadiri perwakilan dari pemerintah, komunitas, akademisi, kepolisian, dan aktivis sosial.

Kepala Bidang PAUD dan Pendidikan Nonformal Dinas Pendidikan Ciamis, Eka Yudha Katresna menyatakan, inisiatif seperti Sekolah Alternatif Ciamis adalah wujud keberpihakan pada pendidikan.

“Ini bukan hanya soal kurikulum, tapi tentang memberikan harapan,” unar dia dalam kesempatan menghadiri perayaan ke tiga tahun Sekolah Alternatif

Kolaborasi dengan Sekolah Motekar: Satu Visi untuk Anak Marjinal

Perayaan ini juga menjadi momen penguatan jejaring antara Sekolah Alternatif Ciamis dan Sekolah Motekar.

Sementara itu, Kang Deni Weje, Rektor Sakola Motekar, menekankan pentingnya fleksibilitas dalam pendidikan.

Menurutnya, pendidikan harus berpihak dan lentur. “Sekolah Alternatif membuktikan bahwa belajar bisa terjadi di mana saja, bahkan di trotoar,” ujarnya.

Nepi Anjani, salah satu inisiator Sekolah Alternatif, menambahkan, ia membangun ruang kepercayaan dan pemulihan bagi anak-anak yang tidak memiliki akses ke pendidikan formal.

“Ini adalah ruang untuk mereka bermimpi,” kata Anjani.

Sementara itu, Alan Fauzi, inisiator lainnya, menegaskan bahwa misi ini lahir dari kegelisahan dan bertahan karena kepedulian kolektif.

Dukungan Lintas Sektor untuk Anak Jalanan

KBO Binmas Polres Ciamis, Bapak Amru, turut hadir dan memberikan dukungan. “Anak-anak jalanan bukan masalah sosial, mereka adalah potensi. Kami siap mendampingi dan melindungi mereka,” katanya.

Dukungan ini mencerminkan semangat kolaborasi yang menjadi inti dari perjuangan Sekolah Alternatif Ciamis.

Ketua Cabang PMII Ciamis, Muhamad Rifai, juga menyampaikan refleksi mendalam. Ia menekankan, gerakan mahasiswa harus hadir di tempat yang paling sepi, tempat anak-anak ini sering dilupakan.

Sementara Intan, Ketua Kopri PMII Universitas Galuh, menegaskan, “Setiap anak berhak belajar. Tugas kami adalah mendampingi dengan sepenuh hati.”

Anak-Anak Jalanan: Belajar, Bermain, dan Bermimpi

Selama acara, anak-anak diajak bermain, menggambar, dan berbagi cerita bersama relawan.

Diskusi santai ala warung kopi juga digelar untuk merumuskan langkah strategis mengatasi fenomena anak putus sekolah, khususnya di pusat keramaian seperti alun-alun Ciamis.

Kegiatan ini mencerminkan pendekatan holistik yang tidak hanya fokus pada pengajaran, tetapi juga pendampingan emosional dan sosial.

Panggilan untuk Ciamis: Pendidikan adalah Tanggung Jawab Bersama

Tiga tahun perjalanan Sekolah Alternatif Ciamis bukan sekadar usia, melainkan bukti nyata perjuangan kolektif.

Acara ini menjadi pengingat bahwa setiap anak, termasuk mereka yang hidup di jalanan, berhak atas pendidikan dan masa depan yang setara.

Masyarakat Ciamis diajak untuk terus mendukung inisiatif ini melalui kolaborasi dan kepedulian.

Mari dukung Sekolah Alternatif Ciamis untuk terus menyemai harapan bagi anak-anak jalanan!

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini