
Nasional, Jabarupdate: Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) 2024 sebagai pembicara di Hotel Shangri-la, Jakarta pada Kamis (7/3).
Sebelum memulai sesi pidato, Sri Mulyani duduk bersebelahan dengan Menteri ATR/BPN, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dan keduanya terlihat akrab dan mengobrol satusamalain.
Dalam agenda tersebut, Sri Mulyani memaparkan tentang kondisi ekonomi Indonesia dan peran yang dapat dilakukan oleh Kementerian ATR/BPN untuk mendukung pertumbuhan ekonomi negara.
Di awal paparannya, Sri Mulyani mengucapkan selamat kepada AHY atas penunjukannya sebagai Menteri ATR/BPN, menggantikan Menteri sebelumnya, Hadi Tjahjanto.
Sri Mulyani menyinggung terkait dirinya yang sudah kenal dengan AHY sejak lama, bahkan sejak ketua umum partai Demokrat itu masih menjadi mahasiswa.
“Yang saya hormati, Pak Menteri atau Mas Menteri. Saya kenal Mas AHY sudah lama, sejak beliau masih mahasiswa, sekarang sudah menjadi ketua umum partai dan menteri,” kata sri mulyani pada pidatonya dikutip CNBC
Sri mulyani juga memberikan oleh-oleh berupa kabar dari gubernur bank sentral negara anggota G20 di Brazil terkait perekonomian global yang semakin memburuk dan akan berimbas ke indonesia.
Kendati demikian, Menteri Keuangan itu yakin bahwa perekonomian Indonesia akan tetap stabil. Oleh karena itu, ia meminta bantuan kepada AHY dan jajarannya di Kementerian ATR/BPN untuk membantu mengembangkan perekonomian RI.
Hal yang dapat dilakukan Kementerian ATR/BPN dalam hal ini menurut Menkeu adalah dengan menjamin kepastian hukum atas kepemilikan tanah..
Lebih lanjut, Sri Mulyani juga menyinggung pengalamannya sebagai Menteri Keuangan di masa pemerintahan SBY. Baginya, tanggung jawab seorang Menteri Keuangan tetap konsisten, yakni menjaga agar APBN tetap menjadi instrumen yang sehat dan berkelanjutan.
Tak hanya itu, Sri Mulyani juga berbagi cerita tentang upaya pengembalian aset Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI), yang berhasil mengembalikan sebagian aset dari para obligor BLBI. Ia juga meminta Kementerian ATR/BPN untuk mengelola aset-aset tersebut.
“Saya berharap kerjasama antara Kementerian Keuangan dan Kementerian ATR/BPN terus diperkuat, khususnya dalam hal pengelolaan berbagai aset BLBI, baik untuk kepentingan nasional maupun untuk dihibahkan ke daerah,” ujar Sri Mulyani.



