CIAMIS, Jabarupdate: Kelangkaan minyak goreng subsidi merek “Minyakita” yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir tidak hanya melanda wilayah Kabupaten Ciamis, namun juga menjadi fenomena merata di berbagai daerah.
Kondisi ini mulai memberikan dampak signifikan bagi masyarakat yang bergantung pada minyak goreng dengan harga terjangkau tersebut.
Kepala Bidang Perdagangan Dinas Koperasi, UKM, dan Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Ciamis, Asep M.S, mengonfirmasi, salah satu penyebab utama kekosongan stok di pasar lokal adalah terhentinya pasokan dari Badan Urusan Logistik (Bulog).
“Kami sudah berkoordinasi dan melakukan konfirmasi langsung dengan pihak Bulog. Faktanya, stok di gudang Bulog memang sudah habis dan saat ini mereka pun tengah menunggu kiriman pasokan dari pihak distributor pusat,” ujar Asep saat memberikan keterangannya, Senin (20/04/2026).
Faktor Penyebab Lonjakan Permintaan
Menurut Asep, ada beberapa faktor krusial yang menyebabkan Minyakita sulit ditemukan di pasaran.
“Mulai dari, Migrasi Konsumen, Harga Minyakita yang jauh lebih ekonomis dibandingkan minyak goreng kemasan premium memicu lonjakan permintaan yang luar biasa dari masyarakat. Kenaikan Harga CPO, Naiknya harga bahan baku minyak sawit mentah (Crude Palm Oil) di pasar global membuat produsen cenderung mengurangi volume produksi untuk menjaga stabilitas operasional. Kebijakan Tata Niaga, Kebijakan pemerintah terkait Domestic Market Obligation (DMO) atau kewajiban pasokan dalam negeri turut mempengaruhi alur distribusi nasional,” tegasnya.
Langkah Strategis Pemerintah Daerah
Menyikapi kondisi yang menekan daya beli masyarakat ini, DKUKMP Ciamis tidak tinggal diam. Asep menegaskan bahwa pihaknya tengah menyusun langkah-langkah darurat untuk menormalisasi keadaan.
“Kami terus berkoordinasi secara intensif dengan para distributor agar segera mempercepat pasokan ke tingkat pengecer di pasar-pasar tradisional. Selain itu, pemerintah daerah juga membuka peluang untuk melakukan intervensi melalui Operasi Pasar guna menstabilkan harga dan ketersediaan stok,” jelasnya.
Himbauan kepada Masyarakat
Menutup keterangannya, Asep M.S meminta masyarakat untuk tidak panik namun tetap bijak dalam melakukan pembelian.
“Dalam kondisi sulit seperti sekarang, kami berharap masyarakat bisa sedikit bersabar dan lebih bijak dalam mengonsumsi minyak goreng. Jangan sampai ada aksi borong (panic buying). Kami berupaya semaksimal mungkin agar kendala ini bisa segera teratasi dan distribusi kembali normal dalam waktu dekat,” pungkasnya.




