Ciamis, Jabarupdate: Disbudpora Kabupaten Ciamis mengusung strategi yang menggabungkan teknologi modern dan pelestarian tradisi untuk memajukan kebudayaan, pemuda, dan olahraga.
Di bawah kepemimpinan Dadang Darmawan, berbagai tantangan seperti keterbatasan fasilitas dan minimnya partisipasi masyarakat coba diatasi melalui inovasi dan kolaborasi lintas sektor.
Dalam upaya memajukan sektor kebudayaan, pemuda, dan olahraga, berbagai tantangan muncul, mulai dari keterbatasan fasilitas hingga minimnya partisipasi masyarakat.
Dalam pernyataan terbarunya, Dadang mengakui bahwa hambatan utama yang dihadapi mencakup kurangnya sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan persaingan budaya tradisional dengan hiburan modern.
Ia menegaskan, untuk mengatasi ini, diperlukan pembangunan dan pemerataan fasilitas, edukasi masyarakat, pengembangan SDM, serta pemanfaatan teknologi digital.
“Kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait sangat penting untuk memastikan keberhasilan program yang berkelanjutan,” ungkap Dadang dalam keterangannya pada Senin (10/3/2025).
Pemuda sebagai Aset Penting
Dia menegaskan, salah satu fokus utama Disbudpora adalah pemuda. Dadang menegaskan bahwa pemuda Kabupaten Ciamis merupakan aset penting untuk kemajuan daerah.
Oleh karena itu, berbagai program telah diluncurkan, seperti Kemah Bhakti Pemuda, pelatihan kewirausahaan, hingga seleksi Pemuda Pelopor.
Program Pemuda Pelopor sendiri
menitikberatkan pada lima bidang inovasi, yaitu pendidikan, agama-sosial-budaya, pengelolaan sumber daya alam, pangan, dan teknologi.
“Kami ingin mendorong pemuda untuk menjadi agen perubahan di tengah masyarakat,” ujar Dadang.
Di sisi olahraga, Disbudpora juga terus mengembangkan program pencarian bakat, pembinaan atlet muda, dan penyelenggaraan kejuaraan lokal.
Tujuannya adalah mencetak atlet-atlet berprestasi yang mampu membawa nama Ciamis hingga ke tingkat nasional.
Ia ingin memastikan sarana dan prasarana olahraga terus dikembangkan secara bertahap agar kebutuhan para atlet terpenuhi.
“Hal ini menjadi bagian dari komitmen kami untuk mendukung prestasi olahraga,” tambahnya.
Teknologi sebagai Jembatan Inovasi
Tidak hanya mengandalkan cara-cara konvensional, Disbudpora memanfaatkan teknologi untuk menjangkau masyarakat luas, terutama generasi muda.
Platform digital seperti media sosial, website, dan aplikasi berbasis mobile digunakan untuk memperkenalkan program-program Disbudpora.
Konten kreatif seperti video promosi dan live streaming kegiatan menjadi andalan dalam menarik perhatian.
Hal ini sejalan dengan upaya Disbudpora untuk memastikan keterlibatan aktif generasi muda dalam melestarikan kebudayaan dan berpartisipasi dalam olahraga.
Ia menjelaskan, generasi muda adalah garda terdepan dalam menjaga kebudayaan dan mengharumkan nama daerah.
“Dengan teknologi, mereka dapat dengan mudah mengenalkan budaya tradisional Ciamis hingga ke tingkat internasional,” jelas Dadang.
Sinergi untuk Masa Depan
Keberhasilan program-program Disbudpora tidak lepas dari sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pemuda.
Kolaborasi yang kuat dianggap sebagai kunci untuk mewujudkan visi Kabupaten Ciamis sebagai daerah yang unggul dalam kebudayaan, pemuda, dan olahraga.
Dengan sinergi yang baik, ia optimistis visi ini dapat tercapai. Teknologi akan menjadi alat utama untuk mempercepat kemajuan. “Tetapi tradisi tetap menjadi dasar dari setiap langkah yang diambil,” kata Dadang.
Melalui pendekatan yang menggabungkan teknologi modern dan pelestarian tradisi, Disbudpora berkomitmen untuk terus mendukung generasi muda dalam berinovasi dan menjaga identitas daerah.
Masa depan Ciamis yang lebih cerah kini berada dalam jangkauan, dengan peran aktif semua elemen masyarakat sebagai fondasi utamanya.




