Transformasi Manajemen Bank BJB, Ini Wajah Baru Komisaris dan Direksi

Manajemen Bank Bjb
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi Rombak Manajemen Bank Bjb/Ist

Jawa Barat, Jabarupdate: Manajemen Bank BJB mengalami transformasi besar setelah Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Rabu (16/4/2025).

Dalam rapat tersebut, pemegang saham memutuskan merombak jajaran direksi dan komisaris untuk memperkuat profesionalisme dan kapabilitas di tubuh perusahaan.

Yusuf Saadudin Resmi Jadi Direktur Utama

Salah satu keputusan penting dari RUPST ini adalah pengangkatan Yusuf Saadudin sebagai Direktur Utama definitif Bank BJB.

Sebelumnya, Yusuf menjabat sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama sejak 11 Maret 2025, menggantikan Yuddy Renaldi yang mengundurkan diri.

Sebagai pemegang saham terbesar dengan porsi 36 persen. “Kami mengutamakan profesionalisme. Komposisi ini berdasarkan kapabilitas, bukan politik,” tegas Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang memimpin rapat tersebut.

Mardigu Wowiek Jadi Komisaris Utama

Kejutan datang dari jajaran Komisaris. Mardigu Wowiek Prasantyo, yang dikenal luas sebagai Bossman Mardigu, resmi diangkat sebagai Komisaris Utama menggantikan Taswin Zakaria.

Nama-nama baru lainnya yang masuk adalah Herman Suryatman, Sekretaris Daerah Jawa Barat, dan Helmy Yahya, mantan Direktur Utama TVRI. Keduanya menjabat sebagai Komisaris Independen.

Susunan Terbaru Dewan Komisaris dan Direksi Bank BJB

Berikut adalah susunan terbaru dewan komisaris dan direksi Bank BJB hasil keputusan RUPST:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama Independen: Mardigu Wowiek Prasantyo

Komisaris: Herman Suryatman

Komisaris: Rudie Kusmadyadi

Komisaris: Tomsi Tohir

Komisaris Independen: Helmy Yahya

Komisaris Independen: Novian Heroowijanto

Direksi

Direktur Utama: Yusuf Saadudin

Direktur Kepatuhan: Joko Hartono Kalisman

Direktur Korporasi dan UMKM: Mulyana

Direktur Konsumer dan Ritel: Nunung Suhartini

Direktur Operasional dan Teknologi Informasi: Ayi Subarna

Direktur Keuangan: Hana Dartiwan

Fokus pada Profesionalisme

Transformasi manajemen ini menandakan langkah besar Bank BJB untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu bank pembangunan daerah di Indonesia.

Gubernur Dedi Mulyadi menegaskan bahwa susunan baru ini dirancang untuk menonjolkan profesionalisme dan kompetensi.

Kinerja Bank BJB Tahun 2024

Di tengah perombakan manajemen, Bank BJB mencatat laba konsolidasi sebesar Rp1,36 triliun sepanjang 2024, turun 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Meski demikian, intermediasi kredit tumbuh signifikan sebesar 17,05 persen menjadi Rp146,40 triliun, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) naik 12,75 persen menjadi Rp153,85 triliun.

Total aset Bank BJB pun meningkat 16,81 persen menjadi Rp219,96 triliun per Desember 2024.

Dengan susunan manajemen baru ini, Bank BJB diharapkan dapat melanjutkan kinerja positifnya dan menghadapi tantangan di tahun mendatang dengan lebih baik.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini