BRI Perluas Jasa Penukaran Valas Resmi di Gerbang Internasional

Nasional, Jabarupdate: — Guna mengantisipasi lonjakan perjalanan luar negeri dan mobilitas bisnis global, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk mengambil langkah taktis dengan memperkuat ekosistem remitansi dan devisa.

Bank pelat merah ini memperluas jaringan gerai khusus melalui optimalisasi layanan BRI Money Changer guna menghadirkan jasa penukaran valas resmi yang aman, transparan, dan mudah diakses oleh publik.

Langkah ini diambil sebagai respons atas kebutuhan masyarakat akan tempat penukaran uang asing yang kredibel di tengah maraknya gerai non-bank yang tidak resmi.

Dengan menempatkan fasilitas ini di titik-titik krusial, perseroan berkomitmen memberikan perlindungan konsumen sekaligus kenyamanan bertransaksi secara legal.

Strategi ekspansi korporasi kali ini berfokus pada simpul-simpul transportasi internasional utama yang menjadi pintu masuk utama wisatawan dan pebisnis mancanegara. Saat ini, masyarakat dapat menikmati jasa penukaran valas resmi tersebut secara langsung di lokasi berikut:

– Sektor Udara: Terminal 3 Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Jakarta), Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai (Bali), dan Bandara Internasional Juanda (Surabaya).

– Sektor Laut & Darat: Pelabuhan Bandar Bintan Telani (Kepulauan Riau) serta Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Motaain (Nusa Tenggara Timur).

Bagi masyarakat yang berada di luar jangkauan wilayah tersebut, BRI juga menyediakan layanan serupa di ribuan jaringan kantor cabang konvensionalnya di seluruh Indonesia.

Tidak tanggung-tanggung, gerai penukaran ini memfasilitasi likuiditas untuk 20 jenis mata uang asing utama. Mulai dari valuta populer seperti Dolar AS (USD), Euro (EUR), Poundsterling (GBP), Dolar Singapura (SGD), Yen Jepang (JPY), hingga mata uang regional seperti Ringgit Malaysia (MYR), Baht Thailand (THB), dan Dirham Uni Emirat Arab (AED).

Corporate Secretary BRI, Dhanny, mengungkapkan penempatan gerai di wilayah keberangkatan dan kedatangan merupakan upaya nyata perseroan untuk memangkas birokrasi penukaran uang bagi para pelancong.

“Kami menawarkan kepastian hukum, transparansi kurs, serta efisiensi waktu melalui standar operasional perbankan yang ketat. Ini adalah solusi praktis agar masyarakat terhindar dari risiko kerugian nilai tukar,” jelas Dhanny, Sabtu (30/05/2026).

Selain kemudahan akses, kehadiran jasa penukaran valas resmi yang terintegrasi dengan core banking ini memegang peranan penting dalam menjaga stabilitas moneter.

Setiap lembar mata uang asing yang ditukarkan melalui sistem BRI dipastikan melewati validasi berlapis guna mengeliminasi peredaran uang palsu di pintu gerbang negara.

Melalui langkah integrasi ini, BRI optimistis dapat mempercepat perputaran roda ekonomi di daerah-daerah pariwisata sekaligus mendukung ekosistem pariwisata nasional yang sehat dan terpercaya di mata dunia.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini