Fakta Menarik dari Kumbang Badak, Hewan yang Menginspirasi Kamen Rider

Kumbang Badak
Ilustrasi Kumbang Badak/Pixabay

Ragam, Jabarupdate: Jika kamu adalah fans dari serial Kamen Rider, pasti kamu tahu kalau serial ini terinspirasi dari berbagai macam serangga salah satunya Kumbang Badak.

Kamen Rider Kabuto adalah satu dari sekian banyak tokoh dalam serial ini yang terinspirasi dari serangga yang bernama Kumbang Kabuto atau yang sering kita sebut dengan Kumbang Badak.

Kumbang ini adalah makhluk yang populer dalam budaya Asia. Karena kemampuan dan kemauannya untuk bertarung.

Ini adalah salah satu kumbang yang lebih besar di bumi, dan kekuatannya telah memicu rasa ingin tahu manusia selama bertahun-tahun.

Berikut lima fakta menarik tentang Kumbang Badak Jepang

  1. Kumbang Ini Paling Sering Ditemukan di Jepang, Taiwan, Korea, dan Cina Timur.

Kumbang ini merupakan bagian dari subfamili Kumbang yang disebut Dynastinae, dan mereka berkerabat dekat dengan kumbang Scarab.

Mereka berwarna coklat atau hitam dan memiliki diet herbivora yang terdiri dari makanan manis, seperti getah pohon, dan buah-buahan.

Kumbang jantan dapat mencapai panjang sekitar 1,57-3,14 inci (40-80 milimeter). Sedangkan betina dapat tumbuh hingga ukuran maksimum 2,36 inci (60 milimeter).

Kumbang Badak memiliki dua tanduk, satu di bagian depan berbentuk “Y” , dan tanduk yang lebih kecil di atas kepalanya. Fungsi dari kedua tanduknya adalah untuk bertarung dan mengangkat lawannya.

Mereka paling sering ditemukan di daerah asia seperti Jepang, Taiwan, Korea, dan Cina Timur. Meskipun variasi Kumbang telah ditemukan di semua benua, selain Antartika. Kumbang Kabuto terutama, sering ditemukan di daerah pegunungan tropis dan subtropis di alam liar.

  1. Kumbang Badak Memiliki Beragam Nama di Seluruh Dunia.

Di Jepang, ia disebut dengan tiga nama : Kumbang Badak Jepang, Kumbang Bertanduk Jepang, dan Kabutomushi. Namun nama yang paling umum digunakan di Jepang adalah Kabutomushi.

Dalam bahasa Inggris, “kabuto” berarti “helm,” dan “mushi” berarti “serangga.” Terjemahan langsung dari kabutomushi adalah “serangga helm,” yang dalam budaya Jepang terlihat mirip dengan helm yang dipakai oleh para samurai.

  1. Umur Kumbang Ini Hanya 16 Bulan.

Dalam siklus hidupnya, ia mulai hidup sebagai telur. Setelah telur menetas, sebagian besar hidupnya dihabiskan di bawah tanah sebagai larva. Tahapan ini akan memakan waktu yang cukup panjang yaitu sekitar sekitar 12 bulan bagi larva untuk berkembang dan matang menjadi kumbang.

Setelah sepenuhnya berkembang, ia hanya memiliki sekitar empat bulan hidupnya tersisa sebagai Kumbang Badak dewasa. Dalam jangka waktu ini, ia harus menemukan pasangan dan kawin agar siklus berlanjut.

Setelah menemukan pasangan dan kawin, jantan akan mati di musim gugur, dan betina hidup sampai semua telur diletakkan dan akan segera mati.

  1. Kumbang Badak Sangat Populer dalam Budaya Jepang.

Kumbang Badak telah menjadi ikon populer dalam budaya Jepang, mulai dari digunakan dalam iklan, ditampilkan sebagai karakter dalam anime, dan kartun di televisi.

Akibatnya, habitat hewan ini menjadi populer bagi anak-anak yang tinggal di daerah yang dekat dengan tempat alami, mereka senang bermain dengn Kumbang Badak.

Ada pula, Kumbang yang dijual sebagai hewan peliharaan di toko-toko di seluruh Jepang dan bagian lain di Asia. Sudah umum bagi sebagian besar anak untuk memilikinya.

Harga dari hewan ini sekitar 5 dolar atau jika dikonversi kedalam rupiah adalah Rp 70 ribu

  1. Kumbang Badak Jepang Cukup Ganas dan Sering Berkelahi.

Kumbang tidak berbisa juga tidak menggigit atau menyengat manusia. Namun, mereka bertarung dengan Kumbang Kabuto lainnya. Terutama dalam memperebutkan pasangan.

Selama pertempuran kumbang brutal ini, mereka bertarung dengan tanduk, dan terkadang mereka sampai mematahkan tanduk musuhnya.

Kekuatan dari kedua tanduknya dapat digunakan untuk mengangkat atau membalik lawannya, dan dapat mengangkat 850 kali beratnya sendiri.

Kekuatan luar biasa dari mereka ini telah memicu rasa ingin tahu para peneliti selama bertahun-tahun. Sehingga Kumbang Badak dibiakkan dan digunakan murni untuk hiburan.

Ada yang lebih unik, di sebagian wilayah Asia lainnya, aktivitas perjudian yang umum adalah menempatkan dua Kumbang Badak jantan pada sebatang kayu dan bertaruh mana yang akan mendorong yang lain terlebih dahulu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Previous Article
Tanpa Cristiano Ronaldo

Tanpa Cristiano Ronaldo, Manchester United Bisa Lebih Baik

Next Article
PSG Hantam Clermont

Liga Prancis: PSG Hantam Clermont dengan Skor 1-6

Related Posts
Total
0
Share