Senin, Maret 4, 2024

Filipina dan AS Gelar Latihan Militer Tahunan Terbesar yang Pernah Ada

Internasional, Jabarupdate: Amerika Serikat (AS) dan Filipina menggelar latihan militer tahunan terbedar yang pernah ada.

Dalam kegiatan itu, mereka melibatkan lebih dari 17.000 tentara dan dilakukan di tengah meningkatnya ketegangan regional.

Latihan militer ini akan mencakup latihan tembak-menembak di atas kapal yang tenggelam di Laut Cina Selatan.

Lebih dari 17.000 tentara termasuk di dalamnya 12.200 tentara Amerika dan 5.400 anggota Angkatan Bersenjata Filipina (AFP).Mereka ikut ambil bagian dalam acara tahunan yang dikenal dengan nama Balikatan ini.

Hadir pula perwakilan dari negara-negara lain, termasuk Australia. Balikatan memiliki arti ‘bahu-membahu’ dalam bahasa Tagalog.

Latihan ini dijadwalkan akan berakhir pada tanggal 28 April mendatang. Tujuan dari latihan Balikatan ini adalah untuk meningkatkan taktik, teknik, dan prosedur AFP.

Serta meningkatkan kecakapan Angkatan Bersenjata AS di berbagai operasi militer.

Hal tersebut diungkapkan juru bicara AFP Kolonel Medel Aguilar dalam sebuah pernyataan yang dikeluarkan oleh Kedutaan Besar Amerika Serikat minggu lalu.  

“Latihan militer ini meningkatkan kemampuan kami. Ke depan akan bekerja sama secara efektif dan efisien dalam menanggapi berbagai situasi krisis,” lanjut dia.

Ia menegaskan, Balikatan memberikan kesempatan yang sangat baik untuk menunjukkan kekuatan dan kesiapan aliansi keamanan Filipina-AS.

Sementara itu Letnan Kolonel Daniel Huvane, Direktur Informasi Gabungan Balikatan menyampaikan, kegiatan semacam itu merupakan “investasi penting” dalam mengasah kemampuan pasukan AS dan Filipina untuk bekerja sama dalam berbagai operasi militer.

Latihan Balikatan terbaru sedang berlangsung, ketika militer Cina mengakhiri latihannya selama tiga hari di sekitar Taiwan.

Diketahui, Presiden Taiwan menggambarkan latihan Cina sebagai ancaman terhadap keamanan regional. Sementara Jepang mengatakan bahwa latihan itu merupakan “intimidasi”.

Lawan Cina, Filipina dan AS Teken Perjanjian Bikin Pangkalan Militer

Filipina telah mendapat tekanan yang semakin meningkat dari Cina dalam beberapa tahun terakhir. Beijing mengklaim hampir seluruh Laut Cina Selatan adalah miliknya.

Pada bulan Februari, Manila menuduh penjaga pantai Tiongkok menggunakan “laser kelas militer” terhadap awak kapal angkatan laut Filipina yang sedang dalam misi pasokan ulang ke Second Thomas Shoal, yang dikenal sebagai Ayungin Shoal di Filipina, yang terletak di dalam Zona Ekonomi Eksklusif Filipina.

Pada tahun 2012, Beijing mengambil alih kendali atas Scarborough Shoal dari Filipina. Di tahun berikutnya Manila memulai proses hukum atas klaim Tiongkok atas laut tersebut.

Pengadilan Arbitrase Permanen di Den Haag kemudian memutuskan bahwa “tidak ada dasar hukum” untuk klaim Cina berdasarkan apa yang disebut “sembilan garis putus-putus”.

Itu berasal dari peta laut tahun 1947, tetapi Beijing menolak untuk mengakui keputusan tersebut.

Filipina baru-baru ini setuju untuk mengizinkan AS mengakses lebih banyak pangkalan militernya di bawah Perjanjian Kerja Sama Pertahanan yang Disempurnakan (EDCA) antara kedua negara.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News atau gabung di Jabarupdate.id WhatsApp Chanel.

Bagikan Artikel

Komentar

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img

Terbaru

- Advertisment -spot_img

Terpopuler