
Bandung Barat, Jabarupdate: Mahasiswa Nurtanio Bandung dari Kelompok 4 Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa Terintegrasi (KKN-MT) menggelar program edukasi lingkungan di Desa Pasirhalang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat.
Kegiatan yang berlangsung pada 6-7 Agustus 2025 ini bertujuan menanamkan kesadaran pengelolaan sampah kepada siswa SDN 1, SDN 2, dan SDN 3 Pasirhalang.
Dengan pendekatan interaktif, mahasiswa Nurtanio Bandung mengedukasi anak-anak tentang pentingnya memilah sampah dan menjaga kebersihan lingkungan.
Sosialisasi Interaktif untuk Generasi Muda
Program ini dirancang untuk membentuk kebiasaan positif sejak dini. Pada hari pertama, Rabu, 6 Agustus 2025, Mahasiswa Nurtanio Bandung membagi tim untuk mengedukasi siswa di SDN 1 dan SDN 2 Pasirhalang. Di SDN 2, sesi dibagi dua: pukul 07.00 WIB untuk kelas 1-3 dan pukul 09.00 WIB untuk kelas 4-6.
Sementara itu, tim lain menggelar kegiatan di SDN 1 pada pukul 09.00 WIB. Keesokan harinya, Kamis, 7 Agustus 2025, kegiatan dilanjutkan di SDN 3 Pasirhalang dengan metode partisipatif, termasuk sesi tanya jawab berhadiah dan praktik langsung memilah sampah.
Mereka aktif menjawab pertanyaan dan mengikuti praktik memilah sampah, menunjukkan efektivitas metode yang digunakan oleh mahasiswa Nurtanio Bandung.
“Melihat semangat anak-anak, kami optimistis mereka akan menerapkan ilmu ini di kehidupan sehari-hari,” ujar Jujun Junaedi, Ketua Kelompok KKN-MT Universitas Nurtanio.
Komitmen untuk Keberlanjutan Lingkungan
Puncak acara ditandai dengan penyerahan simbolis plang edukasi sampah, tong sampah, dan piagam penghargaan kepada kepala sekolah dari ketiga SD.
Penyerahan ini mencerminkan komitmen mahasiswa Nurtanio Bandung untuk mendukung keberlanjutan program kebersihan di sekolah.
Sesi foto bersama pun menjadi momen hangat yang memperkuat ikatan antara mahasiswa dan komunitas sekolah.
Jujun Junaedi menegaskan bahwa program ini bertujuan membentuk generasi peduli lingkungan.
Ia berharap siswa tidak hanya memahami, tetapi juga mempraktikkan pengelolaan sampah secara konsisten.
Untuk keberlanjutan, ia menyarankan melibatkan komunitas lokal lebih luas dan melakukan pemantauan berkala.
Dampak Positif bagi Pasirhalang
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala SDN 2 Pasirhalang mengapresiasi inisiatif mahasiswa Nurtanio karena berhasil menciptakan pembelajaran yang menyenangkan sekaligus mendidik.
Program ini juga menjadi langkah awal untuk menjadikan Desa Pasirhalang sebagai desa yang lebih bersih dan sadar lingkungan.
Dengan pendekatan yang inovatif dan kolaboratif, mahasiswa Nurtanio Bandung telah membuktikan peran mereka sebagai agen perubahan.
Kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat langsung bagi siswa, tetapi juga menginspirasi komunitas untuk terus menjaga lingkungan.



