
Karawang, Jabarpdate: Dalam rangka menurunkan angka stunting di wilayah khusus, Anggota komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Putih Sari bersinergi dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Jawa Barat.
Kegiatan Promosi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Program Percepatan Penurunam Stunting di Wilayah Khusus digelar di Desa Kutapohaci, Kabupaten Karawang pada Senin (25/09).
Dalam kegiatan itu, Putih Sari mempunyai kepedulian terhadap isu stunting di Jawa Barat, dirinya menyampaikan jika stunting bisa dicegah mulai dari keluarga.
“Untuk mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas kita harus membuat perencanaan keluarga. Dalam hal ini, salah satunya dengan perencanaan memiliki anak,” ungkapnya.
Putih kembali menuturkan jika perencanaan memiliki anak harus menghindari 4T (Terlalu banyak, Terlalu sering, Terlalu muda, Terlalu tua saat melahirkan).
“4T kehamilan ini menjadi bagian faktor penyebab stunting,” ungkapnya.
Karena itu, Putih Sari mengajak kepada masyarakat Karawang untuk secara aktif mencegah kelahiran bayi stunting. Hal itu dalam upaya menyongsong persaingan SDM secara global.
Anggota Komisi IX DPR RI ini menyampaikan salah satu cara pencegahan stunting adalah dengan mengonsumsi makanan bergizi.
Pencegahan ini berlaku bagi ibu hamil hingga anakn usia dua tahun atau di 1.000 hari pertama kehidupan (HPK).
“Makanan bergizi itu tidak harus mahal, karena banyak makanan bergizi yang bisa didapatkan dengan harga murah,” tuturnya.
Putih Sari berharap angka stunting bisa turun 14 persen pada 2024 mendatang.
“Kalau bisa zero stunting. Mari bersama-sama mencegah lahirnya bayi stunting,” ungkap Putih Sari.
Sementara itu, Drs. Imam Suhaeri Bahanan, selaku Sekretaris Dinas DPPKB menyampaikan selain mengonsumsi makanan bergizi, dirinya menjelaskan dengan menjadi akseptor KB, keluarga dapat mencegah bayi stunting.
“Perlu diingat juga, bahwa KB bukan hanya tugas istri. Jika istri berisiko mengalami efek samping, maka pria juga bisa menjadi akseptor KB,” ungkapnya.
Imam menerangkan apabila pasangan suami istri menggunakan program KB maka hal tersebut bisa memberikan kesempatan kepada ibu untuk memberikan pengasuhan secara optimal, juga memberikan kesempatan untuk memberikan air susu ibu (ASI) secara eksklusif.



