Sabtu, Juli 13, 2024

Ratusan Massa Geruduk Kantor Pemda Kuningan

Editor:Hasby Agni

Kuningan, Jabarupdate: Ratusan massa yang terdiri dari para PKL Siliwangi, didampingi Tokoh-tokoh masyarakat dan Ormas, nampak menggeruduk Kantor Pemda Kuningan, Selasa (28/5/2024) pagi.

Mereka membawa spanduk berisi protes-protes soal PKL yang kini sudah digeser dari Siliwangi dan Taman Kota Kuningan.

Ratusan massa itu dihadapkan dengan jajaran Pemda mulai dari Asda 2 Kuningan H Deden Kurniawan, Kadiskopdagperin, Kabag Hukum dan Kasatpol PP.

Koordinator aksi, Dadan Somantri, dalam audiensi tersebut menyuarakan dan meminta pemerintah daerah (Pemda) untuk mengembalikan PKL ke Siliwangi dan Taman Kota Kuningan.

Bukan tanpa alasan, PKL yang direlokasi, dianggap tidak lagi bisa jadi sumber penghidupan yang normal seperti biasanya. Tegas Dadan. Dadan meminta Pemda untuk tidak menilai ini soal PKL saja, tapi juga ada kehidupan keluarga.

“Dibelakang mereka ada anak-anak, ada orang tua, darimana mereka makan? posisikan bapak-bapak jadi mereka!,” pinta Dadan yang kemudian disambut sorak massa.

Dadan mengungkit kebijakan mantan Bupati Acep Purnama (Alm) soal penataan trotoar, kata Dadan, pelebaran trotoar di masa Acep, tujuannya bukan untuk menyingkirkan para PKL, justru agar PKL dan pejalan kaki bisa sama-sama nyaman.

“Kalo belum bisa menjamin mereka, kembalikan dulu mereka ke Siliwangi dan Taman Kota, tapi dengan syarat,” jelas Dadan.

Dadan mengaku, para PKL siap jika dikembalikan ke tempat semula, tapi dengan syarat kerapihan atau pariwisata seperti gerobak dagangan yang seragam dan lain sebagainya.

Dadan menambahkan bahwa PKL itu butuh jaminan penghidupan, jika tidak ya kembalikan ke tempat semula dengan penghasilan yang jelas. Dadan minta pemerintah jangan spekulatif soal nasib PKL, pungkasnya.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News atau gabung di Jabarupdate.id WhatsApp Chanel.

Bagikan Artikel

Komentar

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Terbaru

- Advertisment -spot_img

Terpopuler