Gunung Lawu Kembali Terbakar Terpantau Sampai Magetan

Gunung lawu hari ini kembali terbakar. Sumber: Dk. Ig @magetan_scenery
Gunung lawu hari ini kembali terbakar. Sumber: Dk. Ig @magetan_scenery

Nasional, Jabarupdate: Hutan Gunung Lawu kembali terbakar pada Jumat (29/9/2023) pukul 17.30 WIB.

Kebakaran di lerang Gunung Lawu yang sudah masuk wilayah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur makin tak terkendali. Banyaknya ranting dan angin kencang membuat api cepat menjalar dan meluas.

Kebakaran Gunung Lawu yang terjadi sejak Minggu (24/9/2023) pukul 09.00 WIB , terpantau api masih menyala dan terus membakar hutan.

Api sudah menjalar ke arah puncak gunung hingga Magetan pada Sabtu (30/9/2023). Diketahui api pertama kali muncul dari Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Manyul Desa Girimulyo, Kecamatan Jogorogo, Kabupaten Ngawi.

Kapolsek Panekan AKP Iin Pelangi mengatakan, meski api menjalar ke arah Magetan, tetapi kawasan hutan masih termasuk ke wilayah Kabupaten Ngawi.

“Api masih dalam kawasan hutan Ngawi. Semoga api tidak menjalar sampai ke Panekan,” kata Iin Pelangi.

Sebanyak 50 orang petugas gabungan dikerahkan dan dibantu warga setempat berjibaku membuat ilaran, pada hari Jumat (29/9/2023).

Namun upaya yang telah dilakukan belum bisa maksimal karena api yang cepat meluas, hingga saat ini belum padam total.

Petugas dan warga setempat hanya bisa berupaya dengan seadanya. Hingga Sabtu pagi, api sedang mengarah ke puncak gunung dan magetan.

Kepulan asap masih terlihat menggumpal dan menjulang tinggi. Sehingga sudah mulai memasuki area hutan produksi pohon pinus.

Sebagian warga yang sudah kelelahan memadamkan api di puncak, mulai turun pada Sabtu pagi. Dan bergantian dengan warga lain yang ikut membantu untuk padamkan api.

Petugas Perhutani Riyanto mengatakan, medan yang sulit di jangkau membuat api sulit dipadamkan dan hanya hutan produksi dekat pemukiman yang bisa dipertahankan.

“Karena medan yang sulit dijangkau oleh petugas pemadam ditambah lagi angin kencang membuat api cepat meluas ke arah Magetan. Kami hanya bisa mempertahankan hutan produksi yang dekat dengan pemukiman warga,” kata Riyanto.

Masyarakat beserta petugas yang ada mengharapkan bantuan lebih dari BPBD Jawa Timur untuk ikut serta dalam pemadaman api.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini