Sabtu, Juli 20, 2024

Pematangan Teaching Factory demi Mengurangi Pengangguran SMK

Editor:Hasby Agni

Jawa Barat, Jabarupdate: Rapat Optimalisasi Penyerapan Tenaga Kerja di ruang Kerja Sekda Jabar, Gedung Sate dilaksanakan pada hari Rabu, tanggal 12 Juni 2024. Dalam Rapat tersebut, Herman Suryatman sebagau Sekda Jabar menyampaikan bahwa konsep teaching factory harus dikembangkan demi membuat lulusan SMK turut berkontribusi dalam industri secara optimal.

Herman menyampaikan data dari BPS (Badan Pusat Statistik) yang menunjukkan bahwa angka pengangguran di Jawa Barat menurun sebanyak 217.000 orang per bulan Februari 2024 dibandingkan bulan Februari 2023. Jumlah pengangguran tersebut berkurang menjadi 1,79 juta orang.

Herman juga menyampaikan perincian data tersebut dalam rapat yang memiliki konsep coffe morning itu. Ia mengatakan bahwa tingkat pengangguran terbuka berdasarkan pendidikan, lulusan SMK masih memiliki angka yang cukup tinggi jika dibandingkan lulusan SMA. Pengangguran lulusan SMK mencapai angka 12,33 persen, sedangkan lulusan SMA mencapai angka 8,98 persen.

Menurut Sekda Jabar tersebut, teaching factory bisa lebih dikembangkan melalui penyesuaian jurusan vokasi yang ada di SMK dengan kebutuhan industri yang ada di Jawa Barat. Saat ini, Jabar memiliki dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni KEK Lido yang berada di Jabar selatan dan KEK Rebana yang ada di Jabar utara.

Demi pengembangan tersebut, harus ada kolaborasi antar Dinas Pendidikan, Dinas Perindustrian, Dinas Perdagangan, dan Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). Herman mengatakan bahwa pengembangan tersebut akan dibahas dalam rapat tersebut.

“Maka, hari ini dibahas dan dicari ramuan terbaik pada pertemuan rapat kali ini,” ucap Herman, dilansir dari laman jabarprov.go.id

Ia juga menyampaikan bahwa terdapat beberapa kebijakan yang harus dikoreksi.

“Harus ada kebijakan-kebijakan, yang harus kita koreksi,” lanjut Herman.

“Kita perlu menghadirkan dukungan dengan terobosan ataupun menghadirkan kebijakan-kebijakan yang mendukung sinergi antara pembelajaran di sekolah vokasi dan industri,” tutup Herman.

Dalam rapat tersebut juga hadir kepala DPMPTSP Jabar, Nining Yuliastiani. Nining berkata bahwa akan ada penyiapan kualitas SDM karena Jabar menjadi tujuan bagi industri hi-tech dan industri padat modal.

“Jawa Barat menjadi destinasi untuk industri padat modal dan hi-tech, ini komposisinya sudah terbentuk. Pada posisi itulah yang kemudian kita siapkan kualitas SDM kita,” kata Nining.

Baca Berita dan Artikel yang lain di Google News atau gabung di Jabarupdate.id WhatsApp Chanel.

Bagikan Artikel

Komentar

ARTIKEL TERKAIT
- Advertisment -spot_img
- Advertisment -spot_img

Terbaru

- Advertisment -spot_img

Terpopuler