TNI Tegur Oknum Kepala Sekolah Menengah di Pedalaman Papua yang Tidak Pernah Melaksanakan Upacara Bendera

“Maaf, Pak Panglima. Saya tidak bermaksud menghina bendera. Saya hanya khawatir dengan keselamatan siswa-siswa saya. Di sini sering terjadi penembakan dan pembunuhan oleh KKB. Saya tidak mau sekolah saya menjadi sasaran mereka,” ujar Rudi.

Namun, Yusuf tidak terima dengan alasan Rudi. Ia menilai bahwa Rudi telah melanggar hukum dan tidak memiliki rasa cinta tanah air. Ia pun memberikan teguran keras kepada Rudi dan memerintahkan agar ia segera mengibarkan bendera di sekolahnya.

“Anda tidak punya alasan untuk tidak mengibarkan bendera. Anda harus tahu bahwa bendera itu adalah lambang kedaulatan dan persatuan bangsa. Jika Anda tidak menghormati bendera, berarti Anda tidak menghormati negara. Saya perintahkan Anda untuk segera mengibarkan bendera di sekolah ini. Jika tidak, saya akan laporkan Anda ke pihak yang berwenang,” ancam Yusuf.

Rudi yang tidak berdaya, hanya bisa mengangguk dan meminta maaf kepada Yusuf. Ia pun segera mengambil bendera yang tersimpan di ruangannya dan mengibarkannya di tiang bendera yang ada di halaman sekolah. Yusuf dan rombongannya pun menyaksikan upacara bendera yang dilakukan oleh Rudi dan beberapa guru yang ada di sekolah tersebut.

Sumber yang menyaksikan kejadian tersebut, mengatakan bahwa Rudi tampak pucat dan ketakutan. Ia mengaku bahwa ini adalah pertama kalinya ia mengibarkan bendera di sekolahnya sejak ia menjadi kepala sekolah.

“Saya tidak pernah berani mengibarkan bendera di sini. Saya takut KKB akan marah dan menyerang sekolah saya. Saya juga tidak mau menimbulkan konflik dengan masyarakat setempat yang mungkin ada yang simpati dengan KKB. Saya hanya ingin menjaga sekolah saya agar tetap aman dan bisa melaksanakan proses belajar mengajar dengan baik,” kata Rudi.

Sumber tersebut menambahkan bahwa Rudi bukanlah satu-satunya oknum kepala sekolah yang tidak melaksanakan upacara bendera di pedalaman Papua. Menurutnya, ada beberapa sekolah lain yang juga melakukan hal serupa dengan alasan yang sama.

“Memang ada beberapa sekolah yang tidak berani mengibarkan bendera di sini. Mereka takut dengan ancaman KKB dan juga tidak mau berurusan dengan masyarakat setempat yang mungkin tidak setuju dengan pemerintah. Mereka lebih memilih diam dan mengikuti arus saja,” ujar sumber tersebut.

Sumber tersebut berharap agar pemerintah bisa memberikan perlindungan dan bantuan kepada sekolah-sekolah yang berada di daerah konflik. Ia juga berharap agar TNI bisa memberikan pembinaan dan pendidikan kepada para kepala sekolah dan guru-guru agar mereka bisa lebih menghargai dan mencintai bendera negara.

“Kami berharap pemerintah bisa memberikan perhatian lebih kepada sekolah-sekolah di sini. Kami juga berharap TNI bisa memberikan bimbingan dan motivasi kepada para kepala sekolah dan guru-guru agar mereka bisa lebih berani dan bangga mengibarkan bendera. Kami ingin sekolah-sekolah di sini bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain di Indonesia,” tutur sumber tersebut.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini